Warung Sembako Milik Ngadiro di Jalan Selat Panjang Terbakar

PONTIANAK ! PKP : Kamis (16 April 2020) sekitar pukul 12.55 wib telah terjadi kebakaran 1 unit rumah dan warung sembako di Jalan Selat Panjang RT 03 / RW 20 Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara.

Bangunan yang terbakar tersebut merupakan 1 unit rumah 2 lantai dan warung sembako berukuran 10x18m2 dengan material bangunan atap seng, dinding dan lantai semen.

Pemilik rumah dan warung sembako tersebut Ngadiro (50) Laki-laki Jalan Selat Panjang RT 03 / RW 20 Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara.

Kasi Humas Polsek Pontianak Utara Iptu Hamdani membenarkan warung sembako terbakar di jalan Selat Panjang. Adapun kata Hamdani kronologis kejadian menurut keterangan dari saksi yang juga tetangga korban.  Yasin (63), mengungkapkan sekitar pukul 12.30 wib saksi melihat Sdr. Ngadiro pergi keluar rumah dan sempat bertanya hendak pergi kemana dan dijawab oleh Sdr. Ngadiro bahwa ianya akan pergi berbelanja dan membayar listrik.

Kemudian pukul 12.55 wib, saksi mendengar teriakan dari warga sekitar sehingga saksi keluar rumah dan melihat ada kepulan asap hitam dari arah rumah Sdr. Ngadiro.

Yasin bersama warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya dan menghubungi pihak Polsek Pontianak Utara.

Sunarsih (55) seorang perempuan tetangga Ngadiro mengatakan sekitar pukul 12.55 wib pada saat saksi sedang belanja di warung depan rumahnya, saksi melihat ada kepulan asap hitam dan kobaran api dari arah rumah Sdr. Ngadiro. Kemudian saksi berteriak meminta tolong kepada warga dan warga yang melihat dan langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Selain itu masih menurut saksi Sunarsih bahwa diketahui warung milik Sdr. Ngadiro tersebut berjualan sembako, sekaligus menjual bensin dan gas elpiji 3kg.

Masih menurut Sunarsih diketahui pada saat kejadian Sdr. Ngadiro sedang tidak berada di rumah karena sedang belanja kebutuhan pokok warung dan membayar listrik,terangnya.

Saksi Hariman (38) yang merupakan tetangga Ngadiro menyampaikan sekitar pukul 12.50 wib saksi melihat ada percikan api yang tiba-tiba menjalar dari kabel lampu yang menghubungkan antara kios bensin dihalaman rumah Sdr. Ngadiro menuju ke rumah Sdr. Ngadiro.

Tidak berapa lama terlihat kepulan asap hitam dan api yang membesar dari arah rumah Sdr. Ngadiro. Setelah itu saksi berteriak dan bersama-sama warga lainnya berusaha memadamkan api tersebut dengan peralatan seadanya.

Ngadiro (50), pemilik ruko yang terbakar menjelaskan setelah sholat dzuhur saya (Ngadiro) pergi keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan warung dan membayar listrik. Sekira pukul 13.10 wib, ketika tiba dirumahnya, Ngadiro melihat sudah ramai warga yang berusaha memadamkan api dan kondisi rumahnya sudah dalam keadaan terbakar, jelas dia.

Personil Polsek Pontianak Utara dipimpin oleh Kapolsek Pontianak Utara berdampingan dengan pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 13.10 wib.

Sekitar pukul 14.10 wib, api dapat dipadamkan dengan bantuan badan pemadam yang datang kelokasi kejadian.  Terlihat dilokasi ada bantuan dari Rantis Watercanon Polda Kalbar, Pemadam Kebakaran BPAS, Pemadam Kebakaran RPKSH, Pemadam Kebakaran Gotong Royong, Pemadam Kebakaran Mega Timur, Pemadam Kebakaran Setia Tambelan, Pemadam Kebakaran Mitra Bakti, Pemadam Kebakaran Panca Bakti, Pemadam Kebakaran BPADP dan Pemadam Kebakaran PKPA 86, ungkap Iptu Hamdani. Tambahnya bahwa atas kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Ngadiro (50) pemilik ruko ketika ditemui awak media, mengatakan saat kejadian tersebut dia tidak ada dirumah. Penyebab terjadinya kebakaran menurutnya belum diketahui.

Selain itu dia menjelaskan, bahwa barang-barang yang tidak bisa diselamatkan seperti sertipikat tanah dan rumah termasuk emas, TV , kipas angin, tabung gas 3 kg sebanyak 50 tabung, tabung gas 15 kg 5 tabung serta uang sekitar 50 juta. Diperkirakan terangnya kerugian sekitar 300 juta rupiah./*

{ hm/ red }


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *