Warga Tak Pernah di sosialisasikan

Tolak Pembangunan Puskesmas

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Dianggap tidak pernah sosialisasikan dan tak ada legalitasnya. Pembangunan Puskesmas yang merupakan proyek Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,

Pemasangan spanduk di dinding pagar seng proyek/ said
Pemasangan spanduk di dinding pagar seng proyek/ said

yang berlokasi di Kompleks Perumahan Sektor Melati, Grand Depok City (GDC),  ditolak warga. Pada akhirnya wearga melakukan aksi dengan melakukan pemasangan spanduk di dinding pagar seng proyek.

“Benar warga tidak pernah diajak bicara, ko tiba-tiba saja sudah ada pembangunan Puskesmas. Bahkan kita juga mempertanyakan pembangunan Puskesmas dan legalitas lahan ini,” ujar warga yang tak bersedia disebutkan namanya kepada sejumlah wartawan kemarin, dilokasi.

Menurut warga pembangunan Puskesmas tersebut belum mendapat ijin dari warga dan RT yang merupakan salah satu syarat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Semua bangunan tak terkecuali bangunan milik pemerintah harus memiliki IMB. Justru pemerintah harus memberikan contoh yang baik kepada warganya,” tutur warga.

Warga menegaskan, bahwa Kami tak menolak adanya puskesmas tapi harus sesuai prosedur karena lahan yang digunakan itu merupakan fasos fasum warga yang peruntukannya untuk taman.

“Artinya sudah cukup lama mempersoalkan hal ini ke Dinkes Pemkot Depok dan DPRD Kota Depok, namun tidak ada tindakan dan jawaban apapun,” tandasnya.

Dalam pantauan wartawan dilapangan, rencananya  Puskesmas yang sedang dibangun ini dibangun dua lantai dan saat ini baru akan dibangun satu lantai, yang dipercayakan oleh CV Subahagia dengan nilai proyek Rpr 912.338.000 dan dengan waktu kerja dari 30 September sampai 28 Desember 2015.

Puskesmas ini nantinya akan menjadi Puskesmas Utama Kecamatan Cilondong dengan fasilitas kesehatan yang modern dan dengan pengelolaan limbah berteknologi tinggi yang ramah lingkungan. Puskesmas Utama Cilodong ini melayani warga 24 jam dengan fasilitas rawat inab sekelas klinik.(Faldi/Sudrajat)

 


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *