Warga Sungai Enau-Retok

Dambakan Jembatan Penyeberangan

Penyeberangan Sungai Enau-Retok./ foto : klw
Penyeberangan Sungai Enau-Retok./ foto : klw

KUBU RAYA, POSTKOTAPONTIANAK.COM-Sungguh miris nasib para penguna jalan di Dua Desa yaitu Desa Sungai Enau dan Desa Retok. Yang mana selama ini hanya mengandalkan tambang perakit sebagai alat penyeberangan bagi para pengendara kendaraan roda dua. Terkadang warga mengeluh ketika kemarau tiba, karena tidak dapat menyeberang guna melakukan segala akitvitas sehari-hari akibat lokasi stegher yang tidak memungkinkan.

Menurut Yohana, penambang rakit tarik  ketika diwawancarai Aspirasi Kalbar group mengatakan kondisi ini secara ekonomi memang sangat menguntungkan bagi penambang, namun kadang-kadang beresiko besar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tenggelamnya sepeda motor  karena pondasi alas penambang rakit tiba-tiba patah akibat rapuh atau juga terpeleset  yang ujung-ujungnya menjadi tanggungjawab mereka. Artinya, kadang-kadang jika dinominalkan lebih besar resiko dari pada pemasukan,” lirihnya.

Namun begitu, hal tersebut tetap mereka berdayakan, karena selain untuk menunjang kebutuhan hidup keluarga, setidaknya mereka juga berperan membantu masyarakat dalam melancarkan segala kegiatan. “Namun jujur kami sudah tidak mampu dan sepatutnya diperhatikan oleh pemerintah untuk membangun jembatan tol penyeberangan demi kebutuhan masyarakat disini,” pintanya.

Sementara itu, Pian Darus, Pemerhati Lingkungan Masyarakat  Kalbar angkat bicara mengenai persoalan itu. Menurutnya, lokasi Sungai Enau-Retok memang selayaknya sudah harus dibangun jembatan tol penyeberangan, karena sudah berpuluh-puluh tahun masyarakat disana mendambakannya. Apalagi lokasi tersebut menghubungkan antar kabupaten, yaitu kabupaten Kubu Raya dan Landak.

Sebagai putra daerah setempat, Pian Darus memang sangat merasakan keprihatinan masyarakat selama ini, walaupun dirinya sekarang sudah tidak tinggal di desa tersebut, namun  panggilan hati nurani untuk memajukan tanah kelahiran tetap melekat dan menyentuh sanubarinya.

Oleh karena itu, Ia sangat berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan dialokasikannya pembangunan jembatan penyeberangan demi kepentingan masyarakat secara umum. (kli/hl)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *