Warga Resahkan Gas Melon Raib, Ibarat Mencari Jarum Dalam Jerami di Wilayah Kecamatan Jongkat

POSTKOTAPONTIANAK.COM

JONGKAT MEMPAWAH –  Warga Masyarakat Sungai Nipah Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah mengeluhkan susah mendapatkan gas LPG 3 kg. Hal itu membuat keresahan, sebab gas LPG 3kg menjadi kebutuhan utama dalam rumah tangga. Senin (27/07/2020).

( Ilustrasi/dok PKPNews ).

Dikeluhkan bahwa sejak senin pagi (13/07) minggu lalu, warga masyarakat lalu lalang melintas sekitar pasar Jongkat Kecamatan Jongkat membawa beberapa tabung gas LPG 3 kg atau lebih akrab dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama gas melon.

Pak Rahmat, salah satu warga Desa Sungai Nipah mengaku susah sekali mendapatkan gas melon sejak dua minggu lalu. Bahkan, ia mengaku bisa mendapati gas melon harus jauh hingga ke Sungai Pinyuh dengan harganya jauh melambung tinggi sampai 20,000 per tabung.

“Pusing mikirin cari gas ini, tidak tau sejak dua minggu lalu sulit mau cari gas, saya nyari bisa sampe ke sungai pinyuh dan segedong, biasanya tidak pernah sesulit ini mencari gas melon, tapi sekarang betul-betul langka, sekalipun ada harganya bisa sampai 20ribu per tabung,” jelasnya Pak Rahmat.

Kelangkaan gas melon tersebut jelas membuat warga masyarakat resah, lantara gas melon sebagai kebutuhan utama, kehadiran gas melon sudah menjadi bahan bakar utama untuk masyarakat Sungai Nipah memenuhi aktivitas dapur sehari-hari. Kelangkaan tersebut terpaksa membuat Mak Narti warga masyarakat Jongkat yang lain membuat tungku api kayu bakar untuk memasak sehari-hari.

“Bikin pusing 7 keliling langkanya gas melon ini, raib ditelan bumi kali gas melon neh,” kesal Mak Narti.

“Akhirnya, saya terpaksa suroh suamibbikin tungku api kayu bakar untuk masak sehari-hari, sebab sudah beberapa minggu ini susah cari gas, dimana-mana kosong, heran saya juga, kalo tak begitu gimane nak masak buat makan suami dan anak,” kesal Mak Narti.

Walaupun saat ini sudah ada keterangan dari pihak berwenang terkait kelangkaan gas melon di wilayah Kabupaten Mempawah, bahwa gas LPG 3kg tidak langka, tetapi mendapatkannya harus mengambil dan antri di Pangkalan Gas LPG 3kg. Namun kesusahan tersebut juga masih di rasakan oleh Mak Narti yang saat mendatangi pangkalan gas lpg 3kg tetapi tetap tidak mendapatkan barang tersebut.

Pada tempat berbeda, juga pada kesempatan tersebut Bachtiar warga Sungai Nipah menyampaikan, bahwa kelangkaan gas melon juga terjadi di daerah lain selain Kecamatan Jongkat.

Bachtiar pun berharap agar pemerintah maupun pihak terkait lainnya bisa segera menyelesaikan persoalan kelangkaan gas melon yang menyulitkan masyarakat tersebut.

“Diwilayah lain sama juga, sangat sulit medapatkan gas melon? Saya berharap semoga permasalahan ini bisa menjadi perhatian pemerintah maupun pihak lainnya yang terkait dengan keberadaan gas melon yang langka ini,” ucapnya.

“Semoga Pemerintah Kabupaten Mempawah bisa segera mengatasi, kemudian harganya juga dipastikan, sebab kalau ada gas melon menjual diatas harga HET atau yang sudah ditetapkan agar ditindak, selain harganya mahal, juga suka tidak sama antara warung satu dengan warung penjual gas yang lainnya, jika pun tidak sama mungkin karena adanya ongkos angkut tapi jangan sampai harga mencapai 20ribu per buah, ini merupakan masalah, selain itu juga susah dicari, makin nambah masalah lagi kesusahan karena tidak adanya gas melon tersebut,” jelas Bachtiar.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *