Massa Desak Tangkap Aktor Intelektual Gafatar

Ermin Elviani, SH Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar./ dv
Ermin Elviani, SH Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar./ dv

Reporter : Devi Lahendra
PONTIANAK- POSTKOTAPONTIANAK.COM — Selain menolak dan mengusut gembong Gafatar di Kalbar, ratusan warga asal Mempawah ini juga mendesak agar aktor intelektual Gafatar ditangkap.  Mereka menilai eksodus besar-besaran warga Gafatar ke Kalimantan Barat, setidaknya telah membuka celah keresahan bagi masyarakat dengan ajaran agama yang mereka anut serta dengan pemahaman menyimpang yang terapkan.

“Bohong kalau tidak ada  aktor intelektual di balik Gafatar yang masuk ke Kalbar,  ini organisasi besar dan menggunakan dana yang besar tentu ada dalangnya. Tapi sampai saat ini masih belum jelas sampai kemana proses pengusutannya, bahkan terdengar selentingan mereka yang sudah jelas terlibat di Gafatar justru sekarang sudah dilepas, ” ucap koordinator aksi, Muhammad Hata, pada sejumlah wartawan, Selasa (2/2/16).

Saat ini warga Gafatar memang sudah dikembalikan ke daerah asal mereka, lanjut Hata mengatakan tetapi kami khususnya warga Mempawah masih merasa khawatir karena masih ada yang tertinggal orang-orang gafatar yang belum diusut keterlibatannya.

“Aktor Gafatar yang memang orang Kalbar hingga saat ini masih belum ditangkap masih berkeliaran bebas. Oleh karena itu kami meminta anggota DPRD Kabupaten Mempawah maupun DPRD Provinsi Kalbar untuk mendukung upaya kami menolak Gafatar dalam bentuk apapun. Mereka bertani itu bohong, kenapa kalao bertani harus ribuan orang masuk dan bermukim jauh dari pemukiman warga, ” cetusnya.

Dalam orasinya, para Pendemo juga meminta pemerintah tegas mengusir Gafatar dari Kalbar, serta menolak Gafatar untuk dikembalikan ke Kalbar dalam bentuk transmigrasi.

“Ada 2 Menteri yang kami dengar menyatakan sikap agar warga Gafatar untuk diikuti transmigrasi serta meninjau ulang persoalan Gafatar di Kalbar. Jika memang itu terjadi maka kami menolak itu, kami menolak mereka kembali ke Kalbar,  jangan salahkan kami jika kami harus dipaksa untuk bertindak anarkis, ” papar Hata.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Evi mengatakan dengan tegas mendukung apa yang telah disuarakan oleh masyarakat Kalbuapten Mempawah.

“Ya ini semua bentuk aspirasi serta penolakan warga, jadi sudah selayaknya kita mendukung masyarakat yang memang dinilai benar, ” tukas Evi sembari menerima berkas pernyataan sikap dari perwakilan pendemo./*


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *