Warga Kelurahan Mokdale Mengeluh Harga Air Bersih 80 Hingga 90 Ribu Pertangki

MOKDALE ! POSTKOTAPONTIANAK.com — Warga Kelurahan Mokdale terpaksa membeli air bersih dengan harga yang cukup mahal karena hingga saat ini bantuan air bersih bantuan pemerintah (Pemkab) Rote Ndao belum sampai.

Keluarga kurang mampu di kelurahan Mokdale kecamatan Lobalain kabupaten Rote Ndao./ foto : Dance Henukh-NTT
Keluarga kurang mampu di kelurahan Mokdale kecamatan Lobalain kabupaten Rote Ndao./ foto : Dance Henukh-NTT

Sumber air di wilayah tersebut juga sudah tidak ada yang bisa dimanfaatkan secara normal lagi karena setiap tangki yang masuk mengisi air harus membayar 10 ribu lalu mengantar kepada pembeli dengan seharga 80-90 ribu pertangki sedangkan warga Mokdale dekat-dekat dengan kolam air Oemau dan Lekik tapi harga tengki lah yang melambung tinggi.

Seperti diketahui, wartawan media ini saat melakukan siratuhrahmi dengan beberapa keluarga yang hidupnya sederhana di Komleks Perkantoran Bumi Ti’i Langga Permai RT 23 /RW 06 yang mengalami nasib sama dengan warga yang tak lain masih di kelurahan Mokdale.

Warga Kelurahan Mokdale RT 23/RW 06, Ardianus bersama Fredik mengatakan, harga air bersih di kabupaten Rote Ndao  Rp 80.000 per tangki. Namun harga air tersebut sudah naik dari harga air di awal kemarau yang hanya Rp70.000/tangki.

Warga kelurahan Mokdale yang membeli air akan menampung air di tempat penampungan yang ada di masing-masing rumah. Penampungan air yang dimiliki warga cukup besar, rata-rata bisa menampung air lebih dari dua tangki.

“Kalau beli air satu tangki biasanya hanya cukup untuk dua pekan,” kata Fredik.

Sementara itu, sejumlah warga di kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao kususnya di kota Ba’a hingga saat ini belum mendapatkan bantuan air bersih.

Dari informasi yang diterima Postkotapontianak.com, kekeringan melanda kelurahan Mokdale. Menurut warga kelurahan Mokdale mulai kesulitan air bersih namun warga selalu hutang kepada air tangki agar bisa mendapatkan air tanpa membayar membayar lunas.
Sekarang belum sampai bayar lunas tapi belum tahu kalau bulan depan. Saat ini kami juga akan mengusulkan bantuan air untuk mengantisipasi jika bulan depan benar-benar tidak ada air.”

Sejak 2012, program Pamsimas masuk ke kelurahan Mokdale. Tapi program ini belum secara maksimal mengatasi bencana kekeringan. Ada dua sumber mata air yang saat ini masih berproduksi namun debit airnya sangat minim.

. “Yang saat ini benar-benar sudah kesulitan air yaitu air Oemau dan air di samping gereja GPDI dusun Lekik begitu mahal harganya. Sedangkan untuk di rumah saya ada enam (6) Kepala keluarga, jadi satu tangki tidak bisa bertahan sampai satu minggu, imbuh Fredik saat ditemui dikediamannya, Senin (4/1/2016). ( Dance Henukh )


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *