Warga Kampung Pematang Rambai Hulu Keluhkan Limbah Pengelolaan Sawit PT. Pundi Lahan Khatulistiwa

KUBU RAYA – Warga Kampung Pematang Rambai Hulu, RT 02 dan RT 03, RW 03, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya mengeluhkan limbah pengelolaan sawit PT. Pundi Lahan Khatulistiwa yang telah mencemari air parit yang sehari-sehari selalu digunakan warga sekitar untuk MCK. Tercemarnya air parit tersebut akibat jebolnya tanggul limbah pengelolaan sawit yang ada di PT. Pundi Lahan Khatulistiwa beberapa waktu lalu.

Warga mengakui bahwa selain menimbulkan bau yang tidak sedap air yang tercemari oleh limbah itupun menjadi berubah warna menjadi biru kecoklatan bahkan mengakibatkan gatal-gatal jika air tersebut digunakan untuk mandi.

Mat Nawi salah seorang warga mengatakan bahwa sejak jebolnya tanggul pengelolaan sawit PT. Pundi tersebut air parit yang biasanya digunakan warga menjadi tercemar, padahal air parit yang telah tercemar itu merupakan satu-satu sumber air yang dipakai warga sekitar untuk mandi, mencuci dan lainnya.

“Sejak tercemar akibat limbah pengelolaan sawit PT. Pundi air sudah tidak bisa kami gunakan lagi karena selain bau , air yang tercemar itu juga mengakibatkan gatal-gatal,” jelas Nawi, Senin (30/8/2021).

Mat Nawi juga mengakui bahwa pasca tercemarnya air parit tersebut, pihak Perusahaan memberikan tong untuk penampungan air bersih tapi percuma karena juga tidak dipakai.

“Perusahaan memang memberikan tong untuk air bersih tapikan percuma, mau nyedot airnya dari mana, karena satu-satunya sumber air yang ada di tempa kami itu cuma di parit yang tercemar itu,” kata Mat Nawi dengan nada kesal.

Sementara itu, Kades Kuala Mandor A, H. Munawi bahwa pihaknya sudah mengetahui hal itu dari laporan yang disampaikan oleh masyarakat sekitar.

“Berdasarkan dengan fakta yang ada, maka, saya selaku Kepala Desa hanya ingin mempertanyakan kepada pihak perusahaan terkait dengan Amdal nya dan yang jelas, saya sangat menyayangkan dengan adanya pencemaran limbah pengelolaan sawit milik PT. Pundi Lahan Khatulistiwa yang terjadi di pemukiman warga sekitar perusahaan tersebut,” jelas Munawi ketika ditemui disela-sela kesibukannya.

Munawi juga meminta kepada pihak Perusahaan untuk mengambil langkah tepat agar kasus serupa tidak kembali terulang. (Tim Liputan).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.