Warga desak Fery Tebas-Perigi Piyai segera beroperasi

POSTKOTA PONTIANAK.COM

SAMBAS-Sekitar 85 warga dari 5 Kecamatan, Kecamatan Jawai lama, Jawai Selatan,Tekarang,Tebas dan Teluk Keramat datangi Kantor DPRD Sambas guna mendesak pihak Perhubungan segera mengoperasikan kapal Fery penyeberangan dari Tebas Kuala ke Perigi Piyai. warga datangi DPRD Sambas.luv pkpMelalui pengawalan Polisi yang ramah kedatangan mereka diterima oleh Ketua Komisi C DPRD Sambas Trisno, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Jainal Abidin dan staf.

Ketua Komisi C DPRD Sambas Sutrisno menerangkan, bahwa pihaknya memang sudah mengkoordinasikan permasalahan penyeberangan ini ke pihak Dishubkominfo Provinsi, kita tunggulah bagaimana tindak lanjutnya.

Senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Hubkominfo Kabupaten Sambas Jainal Abidin, namun dalam dialog yang disampaikan oleh juru bicara dari Kecamatan Jawai dan Jawai Selatan, bahwa akibat terhentinya akses penyeberangan kapal fery ini sangat berdampak buruk kepada masyarakat penggunanya.

Menurut Syahrial, hampir setiap hari truk-truk yang membawa material bangunan atau jeruk selalu dimintai uang oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu mobil pribadipun selalu dicegat pak ogah,ini sangat menyakitkan kami,harap hal ini menjadi perhatian jangan sampai terjadi keos atau konflik diantara kami pintanya.

Kekhawatiran lain juga dikeluhkan oleh Misran asal Kecamatan Tekarang, kami orang seberang atau pulau hanyut sangat diberatkan oleh tarif penyeberangan motor sampan, belum juga jam 17.00 wib loket karcis sudah tutup,begitu loket karcis tutup otomatis kami harus merogoh dana lebih,sebab ongkos penyeberangan yang semula Rp.6000 (Enam Ribu Rupiah) naik menjadi Rp.15 ribu atau bahkan sampai Rp.20 ribu.

Dampak lain terang Misran harga elpiji 3 Kg sampai mencapai Rp.30 ribu per tabungnya belum lagi harga sembako serta material bangunan juga ikut berlomba lomba ,kami minta pihak terkait mampu mengatasi hal ini, kami sudah cukup kesal seakan kami ini bukan lagi warga Kabupaten Sambas, ujar Misran lantang.

Sementara itu mantan anggota DPRD Sambas Jamiat Jufri kala diminta pendapatnya mengatakan sebaiknya pihak dishubkominfo membebaskan pemakai jasa penyeberangan,terserah mereka mau pakai kapal fery atau pakai perahu motor jangan ada pembatasan lagi,dan meminta regulasinya haruslah jelas,sehingga masyarakat pemakai jasa tidak diberatkan dan dikhawatirkan lagi.

Agus Mauludin dan Suhardi perwakilan Tebas dan Teluk Keramat mendesak pihak terkait harus tegas,jangan seolah olah ada main mata antara dishubkominfo Sambas dengan pihak perahu motor,harus dikontrol jika tidak mau disangka ada apanya,lakukanlah pembenahan secara baik dan koprehenshif terangnya didepan para pengambil kebijakan .

Mardiatik salah satu Tendik yang mengajar dari Tebas ke Segarau secara terpisah juga mengeluhkan tarif penyeberangan yang tinggi tersebut,kalau pulang pergi harus merogoh kocek Rp 15 ribu s/d Rp.20 ribu sudah berapa uang gaji saya yang terkuras selama satu bulan,sementara anak anak masih sekolah dan kuliah,yang mengajar menggunakan jasa penyeberangan ini bukan saya saja ramai guru guru yang lain bernasib serupa, tolong ini menjadi perhatian pihak terkait,pintanya.(Lukman Hakim)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *