Warga Desa Kuta Jaya Cicurug Sukabumi : Maulid Nabi Momentum Teladani Rasulullah SAW

“Inti dari pada Muludan ada tausyiah, ada agama, yaitu pepatah yang disampaikan dengan niat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,”

Sukabumi/Jawa Barat  : Warga masyarakat Kampung Duren Gede RT 01/02, Desa Kuta Jaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat menilai, inti dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Di Indonesia sendiri acara peringatan Maulid Nabi Muhamamd SAW sering disebut Muludan.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar warga tersebut pada Sabtu, 16 November 2019 dengan menghadirkan penceramah Ustad Syuqron Ma’mun dari Bekasi, kegiatan digelar mulai pukul 18.30 wib dengan dimulai berdikir, danbersholawat. Dalam tausiyahnya Ustad Syuqron Ma’mun mengatakan bahwa,“Inti dari pada Muludan ada tausyiah, ada agama, yaitu pepatah yang disampaikan dengan niat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Asep Agus Solihin pun mengatakan,”Momentum Muludan adalah untuk meniru, meneladani akhlak Rasulullah baik dari segi keilmuan maupun dari segi sunah-sunah yang harus dilakukan yang tercermin dengan akhlak, moral, dan memiliki budi pekerti yang luhur,” ujarnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut Hj.Ujang Royani selaku Kepala Desa Kuta Jaya beserta jajarannya, RT Agus Suhandi, RW Ahyadin dan ratusan warga masyarakat Kampung Duren Gede, Desa Kuta Jaya.
.
Bulan Rabí’ul Awwál, bulan yang didalamnya telah terjadi sebuah peristiwa bersejarah dan sangat dimuliakan segenap umat Islam sebab di bulan Rabi’ul Awwal, telah lahir seorang manusia mulia yang kemudian diangkat oleh ALLÁH SWT sebagai utusan-Nya untuk membawa syiar Islam.

Nabi Muhammad SAW yang dilahirkan di tengah-tengah kejahiliyaan bangsa
Arab, harus menerima kenyataan dilahirkan dalam keadaan yatim. Bahkan
sepeninggal ayahnya, Abdullah; dalam usia yang sangat belia, ibunya pun Aminah meninggal dunia, sehingga dia harus dirawat oleh Khalimatussa’diyah dan kakeknya Abdul Mutthalib; yang kemudian keduanya juga harus menyusul menghadap ke panggilan ALLÁH SWT.

Dalam keadaan demikian, sehingga saat itu dikenal dengan tahun kesedihan.
Akan tetapi, dibalik kesedihan dan cobaan yang dialami itu, ALLÁH telah
menyiapkan suatu paket tanggungjawab keumatan yang akan diemban Nabi
Muhammad SAW.

Hal ini menunjukkan betapa ALLÁH SWT mengingatkan kita semua bahwa sesungguhnya dibalik cobaan kesulitan yang ALLÁH berikan, niscaya terhimpun makna dan hikmah. ALLÁH SWT berfirman :

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu, (pasti) ada kemudahan. Sesungguhnya di antara kesulitan itu, (pasti) ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah; 5-6)

Pada dasarnya, peristiwa maulid atau kelahiran Nabi Muhammad SAW yang kita peringati setiap tahun, seharusnya tidak sekedar kita peringati dalam bentuk seremonial belaka, namun mutlak bagi segenap umat Islam untuk menghayati bahkan mengamalkan seluruh makna dan hikmah yang terkandung dari peringatan Maulid tersebut sehingga terbentuklah kepribadian muslim sejati.

Dalam kaitan itu, sepatutnya kita merenungkan salah satu hadits Nabi SAW yang artinya : “Sesungguhnya aku diutus oleh ALLÁH SWT untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”Sabda Nabi tersebut sejalan dengan
penegasan ALLÁH SWT melalui firman-Nya, bahwa :

“Sungguh telah ada bagimu (contoh) keteladanan pada diri Rasulullah
(Muhammad).” (QS. Al Ahzab; 21). (Abe)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *