Warga dan Polisi Swadaya Perbaiki Jembatan

Swadaya : Warga dari Desa Tembaga dan Landau Apin dibantu anggota Polsek Nanga Mahap melakukan swadaya memperbaiki jembatan Sungai Semangki yang merupakan sarana infrastruktur vital bagi ribuan warga yang tinggal di daerah tersebut, Sabtu (20/6/2015) kemarin.

Warga dan para anggota Polisi secara swadaya lakukan perbaikan jambatan./mus
Warga dan para anggota Polisi secara swadaya lakukan perbaikan jambatan./mus

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Suara hantaman palu dan gesek gergaji memecah keheningan di Sungai Semangki, Desa Teluk Kebau, Kecamatan Nanga Mahap, Sabtu (20/6) pagi. Hari itu, puluhan orang tampak sibuk dengan perkakas masing-masing. Ada yang memegang palu, gergaji, dan chain saw. Orang-orang ini rupanya tengah sibuk mengikuti kerja bakti untuk memperbaiki sebuah jembatan yang melintas tepat diatas sungai Semangki.

Kerja bakti itu sendiri diinisiasi oleh Kepolisian Sektor Nanga Mahap bekerjasama dengan masyarakat Desa Landau Apin dan Desa Tembaga. Menurut Kapolsek Nanga Mahap, Ipda PSC Kusuma Wibawa, pihaknya sengaja mengajak masyarakat untuk gotong-royong memperbaiki jembatan tersebut karena prihatin dengan kondisi jembatan yang merupakan sarana vital bagi masyarakat disana.

Kondisi jembatan Sungai Semangki sendiri cukup memprihatinkan. Jembatan yang terbuat dari kayu lokal itu tampak sudah bolong
dimana-mana. Setiap harinya, ratusan warga dari beberapa desa melintas di jembatan tersebut. Jika tidak segera diperbaiki,  dikhawatirkan jembatan tersebut bisa ambruk kapan saja dan memakan korban.

“Polsek Nanga Mahap bersama warga Desa Landau Apin dan Tembaga melakukan swadaya memperbaiki jembatan Sungai Semangki di Desa Teluk Kebau, Sabtu 20 Juni kemarin. Kami merasa prihatin dan khawatir dengan kondisi jembatan tersebut. Kegiatan ini juga menjelang HUT Polri 1 Juli nanti,” ujar Ipda Kusuma Wibawa ditemui di Sekadau, (21/6) kemarin.

Jembatan dengan panjang lebih kurang 20 meter tersebut berada di jalur yang menghubungkan antara Kabupaten Sekadau menuju Kabupaten Ketapang. Jaraknya lebih kurang 10 kilometer dari ibukota kecamatan Nanga Mahap. Dengan letaknya yang berada di jalur lintas kabupaten, kondisi jembatan Sungai Semangki kurang layak untuk memfasilitasi ribuan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Dalam kerja bakti itu, polisi dan warga bahu membahu memperbaiki kerusakan jembatan. Material yang rusak diganti dengan material baru yang juga berbahan kayu-kayu lokal.

“Semua material hasil swadaya bersama masyarakat. Walaupun tidak permanen, tapi paling tidak mampu bertahan beberapa tahun kedepan,” ujar Bowo, sapaan akrab Kusuma Wibawa.

Setidaknya 40-an warga dari dua desa ikut andil dalam swadaya perbaikan jembatan Sungai Semangki. Sementara, seluruh personil Polsek Nanga Mahap diterjunkan untuk membantu warga. Dalam satu hari, perbaikan jembatan berhasil diselesaikan. Untuk saat ini, jembatan sudah aman untuk dilewati.

“Kami mengapresiasi antusiasme warga dalam kegiatan swadaya. Bahkan warga yang puasa juga ikut andil. Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat disana,” pungkas Bowo. /mus


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *