Walikota: Bogor Komitmen Menjaga Keberagaman dan Persatuan

Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan pidato dalam Unity in Diversity Forum di Florence - Italy./ doc. humas-Bogor
Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan pidato dalam Unity in Diversity Forum di Florence – Italy./ doc. humas-Bogor
Bima Arya Walikota Bogor memberikan cendera mata Kijang kepada Dario Nardella (Walikota Florence - Italy) - 06 Nov 2015./ doc. humas-Bgr
Bima Arya Walikota Bogor memberikan cendera mata Kijang kepada Dario Nardella (Walikota Florence – Italy) – 06 Nov 2015./ doc. humas-Bgr

BOGOR-Walikota Bogor Dr Bima Arya diundang dan hadir dalam konferensi “Unity in Diversity” di Florence Italy, Jum’at (6/11).

Dalam kesempatan itu Walikota Bogor ini juga diberi kesempatan berpidato tentang pengalaman mengelola konflik dan menjaga keberagaman dan persatuan.

Dihadapan 100 Walikota dari seluruh dunia, Dr Bima Arya menegaskan komitmenya menjaga keberagaman dan persatuan. “Sebagai walikota saya bertanggungjawab untuk menjaga kerukunan antar umat beragama,” tegasnya.

Bogor menurutnya selama ini tidak pernah terjadi konflik sosial yang bisa mengancam persatuan warga. “Setiap ada potensi konflik adalah tugas saya untuk mengantisipasi baik melalui proses dialog maupun pendekatan keamanan, ” imbuhnya.

Sudah lima generasi ini keluarga besar Dr Bima Arya hidup dan menjadi bagian dari tradisi Kota Bogor yang hidup berdampingan secara damai dari masa ke masa apapun suku dan agamanya.

“Ada salah satu Vihara tertua yang digunakan ibadah umat Budha, namun kerap juga untuk pengajian kaum muslim. Di bulan suci Ramadhan bahkan ada Vihara Dhanagun misalnya menyediakan makanan bagi umat muslim untuk berbuka puasa. Gereja-gereja juga bisa berdiri kokoh dan tidak berjauhan dengan masjid-masjid,” jelas Walikota yang baru menjabat 1,5 tahun ini.

Namun diakui Kota Bogor juga memiliki tantangan besar yang mesti dihadapi, yakni bagaimana meramut keberagaman, menguatkan persatuan dan menyandingkan keduanya menjadi kesamaan dan kenyamanan warga. “Kota Bogor juga terus belajar dari kota-kota lain di dunia untuk membangun demokrasi dan meramut keberagaman serta menguatkan persatuan,” ujarnya dihadapan 100 walikota yang hadir dari seluruh dunia.

Karena menurut Bima Arya, masa depan hanya dimiliki untuk siapa yang belajar dari kegagalan dan kecemerlangan masa lampau dan bersiap menjemput harapan di masa depan.

Selain hadir para walikota dalam konferensi ini juga hadir menjadi pembicara para pemenang nobel perdamaian seperti Dario Fo dan Tawakkol Karman aktivis perempuan dari Yaman./hms/ st/ dn

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *