Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail : Pelaku Usaha Jangan Naikan Harga Seenaknya

POSTKOTAPONTIANAK.COM

DEPOK-Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengungkapkan, bahwa dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, itu terjadi pada kenaikan sejumlah harga.

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail (Ist)“Maka diminta kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) jangan menaikan harga produk seenaknya,” ungkapnya kepada wartawan, Jum’at (21/11/2014), di Depok, Jabar.

Dia menjelaskan, bahwa kreatifitas tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk wirausaha, dan pemerintah Kota Depok selalu berusaha mengelola warga untuk cerdas, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan globalisasi.

“Maka kita tertantang untuk selalu meningkatkan kapasitas baik dari segi pendidikan, kewirausahaan dan jiwa wirausaha,” jelas Nur Mahmudi.

Menurutnya, dari kenaikan harga BBM tersebut, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diminta jangan menaikan harga produk seenaknya, meskipun harus dilakukan penyesuaian harga untuk menutupi biaya produksi mereka. Ia mengungkapkan UMKM juga harus mengukur kemampuan daya beli masyarakat jangan sampai justru produk mereka tak laku terjual.

“Harga BBM naik pasti ada adjustment, pasti seluruh bahan baku kenaikan BBM. Makanan minuman naik 5 persen, fesyen juga, paling penting saat ini mereka harus baca daya beli masyarakat seberapa mampu. Tak boleh semena – mena seenaknya naikan harga apalagi sebesar kenaikan harga BBM,” tutur Nur Mahmudi.

Nur Mahmudi menegaskan, bahwa UMKM di Depok menyumbang 15 persen dari PDRB dan trendnya selalu naik. Daya beli, lanjutnya, menjadi masalah kesungguhan bagaimana UMKM cekatan mengambil peluang.

“Pertama banyak migrasi membuat Depok juga tumbuh dan menjadi wilayah yang dikunjungi masyarakat luar depok. Paling favorit yaitu fesyen, kuliner, kerajinan, dan pertunjukan,” tandas orang nomor satu di Kota Depok itu.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *