Wabup Mempawah H.M.Pagi Tegaskan; 5 Poin Penting dan Serius Penanganan Konflik Sosial

POSTKOTAPONTIANAK.COM

Mempawah – Pemerintah Kabupaten Mempawah, Sekretaris Daerah melaksanakan kegiatan rapat koordinasi dengan tema “Dengan Rencana Aksi tim Terpadu, Kita Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kabupaten Mempawah”, di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah., Rabu, (26/02/2020).

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Mempawah H. Muhammad Pagi S.Hi. MH., Asisten Tata Praja Kab Mempawah. H. July Suryadi SH.MM., Sekda Kab Mempawah Drs. H. Ismail., Kapolres Mempawah diwakili Kasubag Bin Ops Bag Ops, AKP. Jusman., Dandim 1201/Mph diwakili Pasi Intel Lettu Czi. Kiki Gunawan., Danyon Marharlan XII, diwakili Pasi Intel Kapten Mar Agus., Kabag Kesbangpol Kab Mempawah Jumiati., Kajari Mempawah diwakili Kasibag Barang Bukti Murti Ari Wibowo SH., Jaksa Fungsional Kejari Mempawah Tri A. SH., Kasat Intelkam Polres Mempawah. AKP. Abdul Malik., Kasubbid Penangan Konflik, Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar Devi Mulianti SE., Kadis Perhubungan Kab Mempawah. Drs. Soeharjo Lee., Kepala OPD Kab Mempawah, Camat Se Kab Mempawah, Tokoh Masyarakat Kab Mempawah.

Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tapi menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah daerah.

Wakil Bupati Mempawah H. Muhammad Pagi S.Hi., M.H. mengatakan, “kegiatan yang dilakukan ini merujuk dari Permendagri Nomor 42 Tahun 2015, bahwa tim terpadu penanganan konflik sosial dapat bekerja sama dengan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan badan usaha. Langkah itu diambil agar konflik tidak berkepanjangan dan dalam penindakan merupakan kewenangan instansi yang ada di lapangan. Bisa itu, Polri, TNI, Satpo PP, dan instansi terkait lainnya.”

Wakil Bupati H. Muhammad Pagi S.Hi., M.H. melanjutkan, sampai hari ini ada beberapa kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung. Seperti, pelabuhan internasional kijing. Tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik internal dan eksternal.

“Untuk itu, saya minta agar tim terpadu dapat melakukan deteksi dini apabila terjadinya konflik tersebut. Begitu juga dengan pelaksanaan Pikades Serentak dengan sistem e-voting, saya harap dapat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif,” pintanya.

“5 (lima) poin penting yang mesti menjadi perhatian serius bagi anggota tim terpadu penanganan konflik sosial:
1. Menyusun rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial di tingkat kabupaten, 2. Mengkoordinasikan pelaksanaan dan peningkatan efektivitas penanganan gangguan keamanan di daerah, 3. Menambahkan target-target dari upaya pencapaian sasaran dalam rencana penanganan konflik sosial, 4. Memberikan penjelasan kepada publik mengenai terjadinya gangguan keamanan di daerah serta perkembangan penanganannya, 4. Melaporkan pelaksanaannya kepada pemerintah provinsi dan pusat” tegas H. Muhammad Pagi S.Hi. M.H.

“Saya harap seluruh anggota yang terlibat dalam tim terpadu dapat memberikan data dan informasi yang kita pusatkan di Kesbangpol Mempawah, sehingga dapat ditindaklanjuti ke pemerintah provinsi dsn pusat,” pungkasnya.(Guns)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *