Vespa Primavera Baru Beli Kerap Kali Mati di Jalan

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK Sebagai konsumen merasa tertipu dan dirugikan oleh PT. Meta Dwiguna Transcorp,  sebab, kendaraan roda dua merk Vespa Primavera yang baru dibelinya dengan harga Rp 30,8 juta, pada tanggal 3 Juni 2015, lalu dari PT. Meta Dwiguna Transcorp, Cabang Vespa Buaran Jakarta Timur,  tersebut sudah mengalami kerusakan. Dengan adanya

vespa-piagio../ist
vespa-piagio../ist

gangguan tersebut terjadi saat Vespa miliknya digunakan kerap kali mati dijalan.

“Jadi dengan kejadian ini, saya sangat menyayangkan dengan keberadaan Vespa saya, dan juga saya mempertanyakan kepada bengkel resmi untuk menindaklanjuti agar segera ditanggapi,” ungkap warga Perum TNI AL Pangkalan Jati, Depok, Jabar, Elnard Peter (40), kepada sejumlah pewarta kemarin, di kediamannya.

Menurut Peter, bahwa ketika itu kendaraan diserahkan kepada saya, tanpa pre delivery inspection dan tanpa buku manual pemilik. Selain itu, kendaraan memiliki cacat tersembunyi dari dua komponen, pertama, ETS (Engine Temperatur Sensor), dan yang kedua, O2S (Oxygen Sensor). Sedangkan yang ketiga, ditemukan pula dalam sistem transmisi CVT yang kerap bergetar dengan suara tidak wajar.

“Bahkan cacat tersembunyi sekunder tersebut ditemukan oleh mekanik yang resmi vespa, ketika kendaraan tidak dapat digunakan selama seminggu. Jadi hingga kini cacat tersembunyi utama adalah engine controlunit, karena gagal mendeteksi cacat tersembunyi ETS dan O2S belum diganti,” tutur Peter.

Peter menjelaskan, seharusnya seluruh perbaikan cacat tersembunyi tersebut dapat dilakukan dengandua cara, pertama yang termudah adalah menggunakan alat diagnosa dan bila gagal maka cara yang kedua adalah pemeriksaan kesesuaian komponen dengan yang tercantum dalam pedoman bengkel.

“Namun pihak bengkel hingga kini hanya menjelaskan ada 2 jenis Vespa Primavera namun tidak bersedia memperlihatkan manual workshop dan parts catalogue unit yang dimiliki konsumen,” jelasnya kesal.

Peter juga mengingatkan terhadap purna jual, sebab penggantian suku cadang cacat tersembunyi tanpa kemasan sewajarnya genuine parts. Selain itu, layanan purna jual dianggap tidak sesuai prosedur perbaikan yang dilakukan dengan SOP yang ditetapkan Piaggio selaku prinsipal. Padahal sejak usia motor baru sebulan pihak ATPM dan bengkel sudah diingatkan berulang kali bahwa perbaikan wajib sesuai pedomanbengkel, namun tidak diindahkan hingga motor rusak.

“Artinya saya selaku konsumen merasa tertipu dan dirugikan oleh ATPM dan bengkel, karena selama inipurna jual tidak melaksanakan SOP perbaikan. Bahkan perawatan serta pemeliharaan tidak sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku,” imbuhnya.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *