Uray Joni : Apabila ada Temuan dugaan Penyimpangan dan Data Jelas Laporkan ke Pihak Penagak Hukum

SAMBAS ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Bantuan ini berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 14/ Permentan / OT.140 / 3 / 2015 Tentang Pedoman Pengawalan dan Pendampingan Terpadu Penyuluh, Mahasiswa, dan Bintara Pembina Desa dalam rangka upaya khusus peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai.

Dalam Mendukung suksesnya Program ini tenaga Pendamping dan Pengawalan dari anggota TNI AD ( Babinsa ) Berdasarkan Nota kesepahaman Nomor : 01 / MoU / RC.120/ M / 1 /2015 dan Nomor : 1 / 1 / 2015 antara Menteri Pertanian dengan Kepala Staf AD Tentang sinergi dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Ilustrasi./ ist
Ilustrasi./ ist

Bantuan pupuk UPSUS GP-PTT kedelai tahun 2015 merk Agrodik ternyata masih numpuk dirumah ketua Gapoktan Maju Bersama saudara Suhaimi yang sekaligus merangkap sebagai Seketaris desa Sarang Burung Danau kecamatan Jawai Kabupaten Sambas.

Permasalahan ini terungkap berawal ketika saudara Suhaimi sebagai ketua Gapoktan mengumpulkan anggota kelompok tani ( Poktan ) yang tergabung sebanyak tiga belas (13) kelompok untuk hadir dalam agenda rapat untuk peremajaan gapoktan, dalam acara tersebut bapak Alpian selaku Pembina Pengawas Lapangan ( PPL) untuk desa Sarang Burung Danau juga ikut hadir.

Dalam acara tersebut masing kelompok yang hadir mengajukan pertanyaan dan pendapat yang ditujukan kepada ketua Gapoktan, terutama pertanyaan yang diajukan oleh bendahara Gapotan karena selama ini ketua Gapoktan dinilai hanya bekerja sendiri sahaja, karena Bendahara dan Sekretaris tidak difungsikan oleh ketua Gapoktan.

Anggoata kelompok yang hadir meminta sebelum peremajaan Gapoktan Pertangung jawaban dan penjelasan dari ketua Gapoktan selama menjabat minta dipaparkan, dalam forum ini pinta, Bendahara Gapoktan, karena selama ini ketua Gapoktan kurang transparan kepada anggota kelompok, seperti dana kas kelompok, bantuan peralatan mesin pertanian alsintan, bantuan pupuk, benih padi dan benih jagung.

Pertanyaan – pertanyaan yang diutarakan para anggota yang hadir membuat ketua Gapoktan kewalahan menjelaskan, kemudian secara tiba – tiba anggota kelompok tani yang hadir dikagetkan dengan pernyataan yang diucapkan ketua Gapoktan yang megatakan, bahwa untuk saat ini dirumah masih tersimpan Pupuk Agrodik dua puluh lebih karung, paparnya

Kemudian anggota yang hadir sempat dikagetkan dengan pernyataan ketua Gapoktan bahwa pupuk jenis Agrodik masih numpuk dirumahnya, karena selama ini tidak pernah diberitahukan kepada kelompok.

Permasalahan ini juga disesalkan oleh kelompok tani yang tergabung digapoktan Maju Bersama.

Sementara program UPSUS GP-PTT kedelai bantuan Pemerintah hanya memprioritaskan untuk petani yang menanam kacang kedelai saja, dan bantuan tersebut sudah datang ketika masa tanam berlansung dan yang sangat disesalkan kelompok tani ( Poktan ) yang diketuai saudara Suhaimi tidak satu orang pun yang menanam kacang kedelai, heranya bisa mendapatkan bantuan UPSUS GP-PTT kedelai sampai 10 H.

Dalam acara tersebut saudara Suhaimi juga menyampaikan bahwa nanti setiap kelompok khususnya Ketua, Sekretaris dan Bendahara akan dikasih pupuk Agrodik dan obat-obatan yang masih tersisa, terutama kelompok yang tidak menanam kecang kedelai ketika itu, jelasnya.

Ketika “Postkotapontianak.com” melakukan komfirmasi kepada Uray Joni selaku Kabid Tanaman Pangan Dinas Ppertanian dan Peternakan Kabupaten Sambas mengakatan, apabila ada temuan – temuan atau penyimpangan dan datanya sudah jelas segera laporkan kepihak yang berwajib atau Instansi aparat penegak hukum, agar oknum yang berbuat mendapatkan pelajaran dan hukuman yang setimpal agar dikemudian hari nanti oknum yang berbuat tidak melakukanya lagi, tegas Uray Joni./ Luxman-PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *