Uang Rp. 163 Juta Raib, Achmad Lapor : Diduga Salah satu Oknum Staf Poltekes Pontianak Mendekam di Sel Polsek Pontianak Timur

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(PONTIANAK) – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), empat anggota keluarga Achmad Tahir akhirnya pasrah karena Tak berpikir panjang, uang tabunganya sebesar Rp163 juta diserahkan kepada MD alias Adi, ASN di Poltekes Pontianak. Tujuannya tak lain, agar dua anak dan dua keponakannya menjadi ASN dengan bantuan MD

“Awalnya MD menjanjikan bisa menjadikan korban sebagai ASN di Departemen Kesehatan tahun 2018,” ujar Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Sunaryo, Senin (27/1/2020) .

Tersangka MD alias Adi yang diamankan di Sel Polsek Pontianak Timur./ foto : Dok Humas.

Dengan rayuan MD yang Menjanjikan Lolos
Sebagai ASN membuat korban percaya.akhirnya pria 36 tahun yang sudah dikenal anak dan keponakannya sewaktu menempuh pendidikan di Poltekes Pontianak. Menyerahkan uang Rp163 juta sebagai DP dan serahkan di sebuah cafe di Pontianak Timur.

Bertaun ditunggu Empat orang itu tak kunjung jadi ASN. Jalur honorer menjadi ASN di Poltekes pun tak tersedia di tahun 2018 dan 2019 lalu.

Pada waktu MD dicari, dan diminta uangnya yang sudah diterimanya, tak kunjung dikembalikan bahkan MD selalu menghilang dan banyak alasan maupun menyibukan diri.

Karena Habis kesabaran, Ahmad akhirnya melaporkan MD alis Adi yang berstatus sebagai Staf Poltekes Pontianak itu ke Mapolsek Pontianak Timur.

” Kapolsek Pontianak Timur Kompol Sunaryo menjelaskan bahwa saudara MD alias Adi sampai saat ini masih berada di tahan Polsek Pontianak Timur guna mempertanggung jawabkan perbuatanya.
,” kata Sunaryo.

Dari hasil penyelidikan, rupanya tak hanya empat orang itu yang menjadi korban. Sebab, ada pula warga lain, di luar wilayah hukum Polsek Pontianak Timur. Kerugiannya juga besar, diperkirakan ratusan juta.

“MD alias Adi di jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” tegas Kapolsek./Isk/dnPkP.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *