Tuntut PLN Mempawah Ganti Rugi Tiang Listrik Dilahan Warga

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH – Merasa dirugikan sepihak, warga mendatangi kantor PLN Wilayah Mempawah, lantaran keberadaan tiang listrik yang terletak di tanah pekarangan dan tanah milik warga.

Lahan milik pribadi yang diduduki tiang listrik itulah, sehingga warga mendatangi Kantor PLN Mempawah yang beralamat di Jalan G.M Taufik, Kota Mempawah, Senin (27/07/2020) pagi, untuk menuntut PLN Mempawah meminta ganti rugi terhadap tiang listrik yang berdiri diatas lahan-lahan pribadi milik masyarakat.

Kedatangan warga dipimpin oleh Sawadi, SE. Sayangnya, mereka gagal menemui Manager PLN Mempawah yang pada saat bersamaan sedang berada diluar kantor. Meski demikian, tuntutan masyarakat diterima oleh Spv Pelayanan Pelanggan dan Administrasi PLN Rayon Mempawah.

“Kedatangan kami mewakili masyarakat lainnya. Kami menuntut PLN Mempawah mengganti rugi tiang-tiang listrik yang berdiri diatas lahan atau tanah milik kami. Khusus ditanah saya, keberadaan tiang listrik sudah ada sejak 1993. Tolong dihitung berapa biaya ganti ruginya,” desak Sawadi.

Sawadi mengatakan, alasannya menuntut ganti rugi lantaran keberadaan tiang listrik milik PLN menimbulkan kerugian bagi dirinya. Terlebih, menurut Sawadi, PLN tak pernah meminta izin kepada dirinya selaku pemilik tanah untuk mendirikan tiang listrik.

“Khusus tiang listrik diatas lahan saya sebanyak 4 tiang. Kemudian, warga lain totalnya ada belasan tiang. Kami minta PLN Mempawah serius, jangan menganggap ini hanya gertakan saja. Kami minta tiang dicabut dan di ganti rugi,” tegasnya.

Lebih jauh, Sawadi mengaku tuntutan ganti rugi itu disebabkan kekecewaannya kepada PLN Mempawah yang melakukan pemutusan aliran listrik secara sepihak terhadap rumah toko (ruko) miliknya.

“Ruko saya disewa orang lain dan ternyata tagihan listriknya tidak dibayar selama setahun. Kemudian, orang yang menyewa ruko pergi tanpa sepengetahuan saya. Tak lama, saya mendapatkan surat tagihan listrik dari PLN Mempawah dengan nominal sekitar Rp 2 juta,” bebernya.

“Saat itu, saya minta tempo waktu selama sepekan untuk melunasi tagihan listrik. Namun, tak lama datang petugas melakukan pemutusan listrik. Saya pasti akan bayar, hanya saja minta tempo kelonggaran waktu. Ini yang membuat saya kesal,” tukasnya.

Terkait persoalan ini, Manager PLN Rayon Mempawah belum dapat dikonfirmasi, masih berusaha menghubungi beberapa pihak untuk mendapatkan konfirmasi atas tuntutan masyarakat ini. Akhirnya dapat ditemui adalah Evy Herawati Spv Pelayanan Pelanggan dan Administrasi, dimana akan menyampaikan perihal kedatangan warga di kantor PLN Wilayah Mempawah.(Guns)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *