TKI Yang Masuk Ke Kabupaten Sintang Di Kecamatan Ketungau Hulu Dan Ketungau Tengah Melalui Perlintasan Tidak Resmi.

www.postkotapontianak.com SINTANG. Wakil Ketua I DPRD Sintang, Jeffray Edward merespon wacana dari ASAP Sintang terkait TKI yang masuk ke Kabupaten Sintang di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah melalui perlintasan tidak resmi.

Menurut ASAP, perlu dibangun tempat isolasi yang diperuntukkan  bagi TKI yang masuk ke wilayah Indonesia dikecamatan Ketungau Tengah dan Hulu.

“Saya pikir apa yang disampaikan ASAP masuk akal juga. Hingga saat ini masih ada mereka yang masuk melalui jalan tikus, nah ini yang harus diwaspadai karena mereka langsung bisa berinteraksi dengan warga setempat. Tak mungkin kita mengusir mereka karena mereka adalah WNI yang berasal dari daerah lain. Apa yang diwacanakan ASAP patut di pikirkan,” kata Jeffray.

Menurutnya, TKI yang melalui jalan tikus inilah yang harus diwaspadai sedangkan yang melalui bandara atau PLB protapnya jelas.

“Inikan yang khusus mereka yang datang dari perlintasan tidak resmi atau jalan tikus. Yang seperti ini perlu diwaspadai,” tambahnya.

Namun demikian, lanjut politisi PDI Perjuangan ini hal itu perlu disampikan ke pemerintah baik daerah termasuk pusat juga.

Dalam suatu status di akun facebook Andrew Herzog, tertulis sebagai berikut :

Usul wilayah keluar/masuk MALAYSIA-INDONESIA.

S.Seria, Enteli, Muakan Petinggi, Jasa, S.Kelik, S.Tanju, Ng.Bayan, Semareh, Jelemuk mohon di jaga extra/ketat.

YANG PERLU MENURUT KAMI DARI ASAP IALAH BARAK PENAMPUNGAN DI BUAT DI PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA, AGAR MEREKA YANG DATANG DARI MALAYSIA TIDAK LANGSUNG KE PEMUKIMAN PENDUDUK.

HARUS ADA TEMPAT KARANTINA DULU.

Beberapa komentar diantaranya:

SURIYADI : Sangat setuju, salah satu pintu kontak rantai penularan adalah perbatasan, maka perbatasan harus di perketat dan memberi penjelasan kepada masyarakat kita biar mereka lebih memahami

ATANG SINU: Setuju dan harus ditangani dengan serius.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *