Tindak tegas Pembabat liar hutan mangrove

Mangrove.(Ist)
Mangrove.(Ist)

KUBU RAYA-Pembabatan Hutan Mangrove di Kabupaten Kubu Raya terus berlangsung, sayangnya tidak ada sanksi atau tindakan tegas dari Pemerintah Daerah kepada Pelaku Kejahatan tersebut.

Kepala Badan lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kubu Raya Aswin Fuad mengatakan, hingga saat ini belum ada aturan dan tindakan tegas yang diberikan kepada pelaku pembabatan liar hutan mangrove di Kubu Raya, seperti dilansir “suaraakarrumput.com”.

“Ya, di wilayah Kubu Raya memang masih banyak lahan hutan mangrove yang tersisa bahkan mencapai ribuan hektar, namun kondisinya cukup memperhatikan karena sebagian sudah banyak yang ditebang dan pelaku yang melakukan penebangan itu pun tidak diberikan sanksi tegas oleh pemerintah daerah,“ ujar Aswin Fuad. Kamis (11/12/2014).

Dikatakannya, beberapa daerah seperti kawasan Sungai Kakap cukup banyak lahan hutan mangrove yang dialihfungsikan oleh pemilik modal setempat atau pihak swasta untuk pembukaan lahan tambak secara besar-besaran.

Aswin mengatakan jika tidak ada aturan yang jelas dan tegas, masuknya investor dengan membangun sejumlah perusahaan juga berpeluang mengancam keberadaan hutan mangrove yang ada di wilayah Kubu Raya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kabupaten Kubu Raya Agus Supriadi membenarkan, saat ini cukkup banyak Perda yang harus dibenahi di Kubu Raya, salah satunya Perda yang menyangkut hutan mangrove.

“Agar upaya pelestarian hutan mangrove bisa segera terealisasi diperlukan dorongan bagi pemda setempat agar segera membenahi dan membuat Perda termasuk kebijakan yang tegas untuk mendorong pelestarian hutan mangrove,” ujarnya.

Selain mendorong pemerintah melakukan sejumlah kebijakan strategis untuk pelestarian, menurut Agus masyarakat sekitar juga perlu mendapatkan berbagai penyuluhan dan penguatan kapasitas.(Ian/SAR)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *