Tindak Lanjuti Perkembangan Covid-19, Kapolres Cirebon Kota Gandeng FORKOPIMDA Kota Cirebon Membahas Bahaya Virus Corona Di Wilayah Kota Cirebon

Bandung – postkotapontianak.com

Ruang Kerja Walikota Cirebon yang bertempat di Balaikota Cirebon Jl. Siliwangi Kota Cirebon penuh dengan para pejabat kota cirebon. Dalam ruangan tersebut berkumpul FORKOPIMDA Kota Cirebon diantaranya Walikota Cirebon Drs. H. Nasrudin Azis, SH, Dandim 0614 Kota Cirebon LETKOL INF Herry Indriyanto, Kapolres Cirebon Kota AKBP Syamsul Huda, S.Ik, SH, M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri Cirebon Ewang Jasa Rahadian, SH, MH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon dr. Eddy, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dra. Dewi Maharani, Kepala Imigrasi Cirebon Drs. Tito dan PJU Polres Cirebon Kota, membahas tentang bahaya virus corona di wilayah Kota Cirebon, Rabu (04/03).

Tujuan dari silaturahmi FORKOPIMDA Kota Cirebon tersebut yaitu membahas tentang bahaya penyebaran dan cara menanggulangi virus corona di Indonesia karena Indonesia telah terdapat 2 (dua) orang warga Depok yang dinyatakan positif terjangkit virus corona. Dalam silaturahmi tersebut Walikota Cirebon mengajak FORKOPIMDA Kota Cirebon untuk melakukan sidak ke apotek, pasar swalayan dan ke RSUD Gunung Jati Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Syamsul Huda, S.Ik, SH, M.Si, melalui kasubag humas Iptu Ngatidja,SH.MH menyampaikan upaya kapolres cirebon kota menggandeng walikota cirebon dan Forkopinda, karena telah beredar pemberitaan di media elektronik maupun cetak bahwa telah banyak masyarakat Indonesia yang membeli masker, cairan pencuci tangan dan bahan makanan pokok dalam jumlah banyak sehingga kondisi tersebut sangat rawan terhadap penimbunan yang kemudian akan dijual lagi dengan harga yang mahal karena masyarakat akan membutuhkannya namun bagi masyarakat yang tidak memiliki cukup uang tidak akan mampu untuk membelinya sehingga dapat menimbulkan gejolak dan mengganggu situasi kamtibmas di wilayah Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Syamsul Huda, S.Ik, SH, M.Si, melalui kasubag humas Iptu Ngatidja,SH.MH menuturkan ” hasil Sidak di Supermarket Superindo Siliwangi, Sidak di Apotek Prima, Sidak di Apotek Aman Farma, Walikota Cirebon Melakukan pengecekan terhadap ketersediaan sembako seperti beras, mie instan dan kebutuhan pokok lainnya serta cairan pencuci tangan dan Memberikan penjelasan terhadap pihak pengelola, agar melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang melakukan pembelian bahan makanan pokok dalam jumlah banyak dan agar memberikan penjelasan kepada konsumen ” tegasnya

Sementara para Pihak pengelola memberikan jawaban ” Kami menjamin untuk ketersediaan bahan makanan pokok dalam jumlah yang cukup dan Kami akan melakukan pengawasan terhadap konsumen apabila ada yang belanja bahan makanan pokok dalam jumlah yang banyak karena rawan terhadap penimbunan,” ujarnya

Selanjutnya FORKOPIMDA Kota Cirebon melakukan kunjungan ke RSUD Gunung Jati Cirebon, disambut oleh Wakil Direktur RSUD Gunung Jati Cirebon dr. Maria beserta stafnya, walikota cirebon menanyakan kepada pihak RSUD Gunung Jati Cirebon apakah sudah membentuk tim khusus untuk menangani pasien yang terjangkit virus corona dan melakukan sosialisasi tentang cara penanganan pasien yang terjangkit virus corona kepada karyawannya.

Penjelasan dari dr Maria (Wadir RSUD Gunung Jati Cirebon ) ” Kami telah membentuk tim khusus yang menangani pasien yang terjangkit virus corona dan telah memberikan sosialisasi bahaya virus corona dan cara menanganinya ” ujarnya

Hal senada juga diberikan dr. EDDY (Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon) menyampaikan ” Masyarakat Kota Cirebon agar waspada terhadap penularan virus corona namun jangan terlalu takut terhadap virus corona karena TBC lebih berbahaya dari virus corona karena pasien penyakit TBC di Indonesia meninggal 90.000 / tahun, untuk itu Perkuat daya tahan tubuh” ujarnya.

Selanjutnya Walikota Cirebon melakukan press release ” saya akan melakukan tindakan tegas secara administrasi bagi apotek yang jual masker maupun obat yang dibeli masyarakat dalam jumlah yang banyak karena khawatir untuk ditimbun dan dijual kembali dengan harga yang mahal dan hal tersebut merupakan atas *inisiasi dari Kapolres Cirebon Kota* guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta Masyarakat Indonesia khususnya Kota Cirebon agar waspada terhadap virus corona namun jangan takut dan panik terhadap virus corona ” pungkasnya tegas orang nomor satu cirebon kota ini.(Aura)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *