Tim UN Sambas Kampanye Belajar bagi Peserta Ujian

Syahrial: Untuk sementara kita mengacu pada Permendikbud RI No.144/2014. Camat Tebas Sesalkan hanya 11 Kepala Desa yang hadiri sosialisasi Ujian Nasional”.

PostKota Pontianak.com

SAMBAS-Sosialisasi Ujian Nasional dipandang perlu dan sangat penting terang, H Syahrial, SH. MH Ketua Tim Ujian Nasional Tahun 2015 Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, hal tersebut disampaikannya dihadapan para unsur pimpinan Kecamatan Tebas, Dewan Pendidikan, Masyarakat Peduli pendidikan, para Kepala Desa, para Ketua Komite dan Kepala Sekolah di aula SMAN 1 Tebas 18 Februari 2015.

Menurut Syahrial, memang belum ada Juknis tentang pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2015 dari pusat. Untuk sementara kita masih menggunakan Permendikbud No.144/2014 tentang kriteria kelulusan peserta ujian nasional.

Wakil Bupati Sambas DR. H. Pabali Musa, sat sosialisasi UN.(Lx PKP)
Wakil Bupati Sambas DR. H. Pabali Musa, sat sosialisasi UN.(Lx PKP)

Syahrial juga meminta, agar semua pihak ikut bertanggung jawab akan nasib anak-anak peserta ujian nasional dengan memberikan motivasi agar terus belajar demi untuk meraih cita-cita, dan agar berkelanjutan yang dalam hal ini akan lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Wakil Bupati Sambas DR. H. Pabali Musa. Mag, dalam arahannya menyebutkan, bahwa saat ini kita dihadapkan pada tiga musim yaitu musim hujan, musim listrik padam dan musim batu akik, yang disambut gelak tawa dan aplus dari hadirin.

Ujian Nasional tahun 2015 ini, kita masih bisa tenang mengingat momen penting yang tidak bertepatan dengan momen Ujian Nasional, tidak seperti tahun lalu lanjut, Wakil Bupati. Untuk tahun lalu begitu menghadapi ujian nasional dan ujian sekolah kita disibukan oleh Pesta Demokrasi.

Pabali Musa juga mengatakan, pada Ujian Nasional tahun 2014 kita dapat pendampingan atau pengawas independen dari para Dosen Fisipol Untan, nah apakah tahun 2015 ini aka ada seperti itu kita juga belum dapat informasi.

Namun Wakil Bupati meminta, peran pengawasan adalah kita semua, masyarakat, TNI, Polri semua steak Holder ikut mengawasi, pintanya.

Wakil Bupati juga mengingatkan, agar kita semua mendoakan peserta Ujian nasional agar aman, lancer dan anak-anak kita mampu melewati ujian nasional dengan sehat dan cerdas.

Pabali dalam kesempatan tersebut menyinggung, tentang degradasi moral. Bayangkan kata dia, Kalbar saja urutan ke tiga (III), untuk kasus anak menikah diusia dini, dan Kabupaten Sambas tertinggi dalam kasus perceraian usia muda. Demikian pula pelecehan seksual rangking kita tak kalah tingginya . “Saya mendapat laporan bahwa ada anak usia Sekolah Dasar yang tidak lagi mau sekolah, bahkan meninggalkan rumah sampai satu bulan lamanya, ketika anak itu kembali penampilannya sudah berubah, rambutnya mulai acak-acakan bahkan style cara berpakaianpun sudah nyentrik dan ternyata anak itu sudah tergabung dalam komunitas anak-anak PUNK, ini sangat miris sesal, Wakil Bupati Sambas.

Sementara itu Camat Tebas Sugiarto SH. MM, kesal ketika melakukan pengecekan kehadiran para Kepala Desa se Kecamatan Tebas, ternyata para Kepala Desa atau yang mewakili kurang antusias menghadiri acara sosialisasi ujian nasional (UN), hanya 11 orang dari 23 orang Kepala Desa atau yang mewakili, padahal kehadirannya amat penting dan terkait dengan pemberian ijin hiburan malam saat menjelang Ujian Nasional kelak(Lukman HakimPKP)