Tim Gugus Tugas Mempawah Minta Rapid Test Kepada 2.400 karwayan PT. Wika

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH (SUNGAI KUNYIT) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mempawah bersama Muspika dan Relawan Covid-19 Kecamatan Sungai Kunyit lakukan rapat koordinas bersama Humas PT. Wika Pelabuhan Kijing Sungai Kunyit di Posko Covid 19 Kecamatan Sungai Kunyit.

Adapun llangkah yang dilakukan dalam antisipasi penangkalan adalah melakukan Rapid Test kepada 2.400 orang karyawan PT. Wika Pelabuhan Kijing. Senin (04/05/2020).

“ Kami sudah bicarakan langkah-langkah strategis untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan PT WIKA. Mengingat satu karyawan PT WIKA sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi di RSUD dr Rubini Mempawah,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mempawah, Mukhtar Siagian, kepada wartawan.

Lanjutnya, hal ini berkaca dari pemilik perusahaan rokok ternama di indonesia yang menghentikan sementara operasionalnya karena ada karyawan yang positif Covid 19.

“Sementara itu untuk upaya penghentian operasional secara besar-besaran, agar tidak ada penyebaran Covid 19, diakui hal tersebut merupakan kebijakan pusat.” kata Muhktar Siagian.

Hal ini menjadi penting mengingat PT WIKA berpotensi menjadi Cluster penyebaran Covid 19 di Mempawah. Namun Mukhtar enggan berkomentar banyak terkait hal tersebut.

“Untuk menjadi klaster ini masih belum dapat kita pastikan, semoga saja tidak, dan kita terus upayakan pecegahan,” pungkasnya.

Mukhtar sampaikan, manajemen PT WIKA telah melakukan langkah penanganan cepat sejak diumumkannya salah satu karyawannya menjadi pasien positif Covid-19.

“Sejak diumuman konfirmasi positif terhadap PR, manajemen PT WIKA langsung melakukan rapid test terhadap 28 karyawan yang melakukan kontak dengan pasien PR. Yakni 26 karyawan yang tinggal satu mess dengan pasien PR dan 2 petugas satpam dengan hasil non reaktif,” paparnya.

Bahkan, lanjut Mukhtar, 26 karyawan dan 2 satpam yang berpotensi melakukan kontak dengan pasien PR itu, telah menjalani isolasi mandiri sejak tanggal 13 April lalu. Tujuh hari kedepan, 28 karyawan tersebut akan kembali menjalani rapid test oleh dokter yang bertugas di Klinik PT WIKA.

“Dari riwayat perjalanan, pasien PR pernah pergi ke Kota Singkawang dan Pontianak. Makanya kita terus melakukan penelusuran di daerah mana yang menjadi tempat infeksi pasien positif PR ini,” tuturnya.

Lebih jauh Mukhtar mengatakan, pihaknya mengimbau managemen PT WIKA untuk melakukan rapid test massal terhadap 2.400 karyawannya. Hanya saja, tes massal itu terkendala ketersediaan alat rapid test.

“Harusnya 2.400 karyawan PT Wika di rapid test. Namun stok alat rapid test yang dimiliki PT WIKA hanya tersisa 60 unit. Jika kita mendapatkan bantuan alat, nanti akan kita kirim juga ke PT WIKA,” katanya.

Karyawan tersebut diakuinya sebagai pekerja teknis lapangan, maka untuk memutus mata rantai penyebaran COVID 19 perlu upaya extra dari pihak Perushaan.

“Sekarang masih isolasi mandiri, dan sudah ada rapid tes kepada 26 orang yang dalam satu mess itu bersama 2 satpam. Seharusnya memang untuk memutus mata rantai ini perlu dilakukan rapid terus menyeluruh pada karyawan WIKA yang berjumlah 2400 karyawan,” tuturnya.(Guns)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *