Tidak Akan Keluarkan Ijin Bila Bangunan Tidak Sesuai Aturan

POSTKOTA PONTIANAK.COM

NGABANGKepala KPPTSP (Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu) Mindar, pekan lalu menegaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan IMB (Izin mendirikan Bangunan) bagi pemilik ruko atau  bangunan  yang tidak memenuhi aturan, sesuai dengan Perda No 13 tahun 2013 tentang bangunan gedung khususnya di Kabupaten Landak.

Penegasan tersebut di sampaikannya, terkait maraknya pendirian bangunan yang di lakukan oleh developer ketika mendirikan ruko di dalam kota Ngabang, sehingga menyebabkan selain letak bangunan yang tidak teratur, kebanyakan bangunan tersebut menutupi saluran drainase jalan di jalan protocol Kota Ngabang.

Kepala KPPTSP,Mindar ketika menunjukan Perda No 13 tahun     2013 tentang bangunan gedung di Kabupaten Landak.( foto Istimewa )
Kepala KPPTSP,Mindar ketika menunjukan Perda No 13 tahun 2013 tentang bangunan gedung di Kabupaten Landak.( foto Istimewa )

“Rata-rata pendirian bangunan yang sudah lama seperti itu, tetapi untuk yang baru-baru itu rata-rata sudah memiliki IMB dan letak bangunannya juga sudah sesuai dengan aturan yang sudah di tetapkan oleh Perda,”ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk mendirikan bangunan yang sesuai dengan aturan, sebelum mendirikan bangunan, diminta kepada pengusaha yang memiliki bangunan tersebut agar mengajukan permohonan IMB, sehingga dari pengajuan tersebut pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan mulai dari letak tanah sampai dengan status tanah yang akan di bangun tersebut.

“ Kemudian setelah itukan tim kita akan melihat kontruksi bangunan kewajarannya,termasuk juga jarak bangunan dari jalan raya inikan sudah ada aturannya dan semuanya itu sudah ada di atur,”ungkapnya.

Di katakannya, kalau di lihat selama ini, khususnya di Kabupaten Landak, kebanyakan bangunan sudahdi dirikan baru akan di urus IMBnya dan kondisi seperti inilah yang sudah pasti salah dan sangat tidak dibenarkan,karena bagaimanapun juga kalau bangunan sudah di dirikan bagaimanapun juga sudah tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah di tetapkan dalam Perda No 13 tahun 2013, seperti khusus di jalan protocol kota minimal jarak bangunan dari jalan minimal berjarak 15 meter yang di hitung dari AS jalan dan jangan sampai kurang dari yang sudah di tentukan.

“ Kalau sebelum mendirikan bangunan IMB-nya di urus dulu tim kitakan akan memberikan arahan mengenai letak dan jarak bangunan yang sesuai dengan aturan karena jarak itu tidak hanya dari jalan raya saja tetapi juga jarak bangunan dari tepi sungai itu juga sudah di atur,”paparnya.

Dengan demikian bagaimanapun juga kalau bangunan tersebut sudah di dirikan dan tidak sesuai dengan aturan maka bagaimanapun juga IMB yang di inginkan oleh si pemohon tidak dapat di keluarkan. (ya’dan)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *