Terungkap Pembunuhan Wanita Makam Tionghua Wajok, Tak Lain Paman Korban

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH KALBAR — Satuan Reskrim Polres Mempawah berhasil mengungkap misteri pembunuhan wanita di makam tionghua Pal 8 Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat.

Dalam konfrensi persnya yang digelar di Mapolres Mempawah, Rabu (29/07/2020) siang, Kapolres Mempawah AKBP. Tulus Sinaga katakan bahwa Satuan Reskrim Polred Mempawah berhasil mengetahui identitas Korban beserta Pelaku pembunuhannya wanita di wakaf tionghua, dalam pertemuan juga turut menghadirkan pelaku beserta barang bukti dalam kasus itu

“Kerja keras selama seminggu akhirnya terungkap pelaku pembunuhan wanita di makam tionghua tersebut, alhasil olah TKP penemuan mayat hingga hasil forensik, disertai tes DNA korban, kuat dugaan jika mayat yang ditemukan adalah karena pembunuhan, disanyalir juga pelaku merupakan orang dekat korban,” Ungkap Kapolres Mempawah AKBP. Tulus Sinaga.

“Kami kerja keras untuk kasus penemuan mayat perempuan di Makam Tionghoa, terungkapnya identitas mayat bermula dari laporan masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya, dengan disertai melakukan tes DNA untuk membuktikan kebenarannya, akhirnya menemukan titik terang identitas korban,” ucap Kapolres Mempawah.

“Korban diketahui berinisial N alias Mila (24) warga Desa Seruat Tiga, berjenis kelamin perempuan,” jelas Tulus Sinaga.

Sesuai identitas korban, pengembangan kasus ini terus menelusuri jejak kematiannya, lantaran dari hasil forensik ditemukan adanya kerusakan pada tengkorak belakang kepala korban, ini menguatkan dugaan bahwa korban N meninggal dunia dengan cara tak wajar.

Lanjutnya, sambung Kapolres, pihaknya terus melakukan pendalaman dan melacak jejak pelaku pembunuhan. Hingga akhirnya, Polisi mendapatkan seorang berinisial M alias Adi Pasir (46) warga Desa Wajok Hulu dan memiliki hubungan dekat sekaligus spesial dengan korban.

“M merupakan paman N, dan tak lain ada hubungan keluarga, ternyata M juga menikah siri dengan korban N. Jadi, antara pelaku dan korban ini memiliki hubungan terlarang,” tuturnya.

Terkait motif pembunuhan, Kapolres menyebut disebabkan sakit hati. Pelaku M marah kepada korban N hingga akhirnya gelap mata melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Korban N ini mendatangi pelaku M yang sedang bekerja membuat makam di lokasi Pemakaman Tionghoa Desa Wajok Hulu. Korban N minta uang senilai Rp 5 juta. Namun, pelaku M tidak sanggup. Lalu pelaku marah dan memukul korban hingga akhirnya meninggal dunia,” tukas Kapolres.

Katakan Kapolres Mempawah, untuk selanjutnya akan kami proses kembali, dan hukuman yang pantas diterimanya atas menghilangkan nyawa orang lain dengan kekerasan.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *