Terry Ibrahim, Kutuk Teror Bom

SINTANG- Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Regional II Kalbar, Terry Ibrahim juga mengutuk keras teror bom bunuh diri yang terjadi di sejumlah gereja di Surabaya, Jawa Timur. Terry pun mengaku prihatin atas peristiwa yang merenggut nyawa belasan warga. “Saya mengutuk keras atas kejadian itu, ujarnya 25 Mei 2018.

Terry juga mengutuk keras, tindakan teroris yang meledakkan tempat ibadah. Saking kesalnya, Terry sampai bertanya-tanya, kenapa masih ada orang yang menggunakan simbol agama atau membenci kelompok lain demi kepentingan sendiri.

“Mengapa pula gereja dijadikan sasaran atau rumah ibadah dijadikan sasaran. Kalau memang berani jangan sembuyi-sembuyi. Jangan jadikan sasaran orang yang tidak berdosa yang tidak bersalah (Dibom),” kesal Terry.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini pun mengajak masyarakat Kabupaten Sintang agar tidak terprovokasi atas peristiwa yang terjadi di Surabaya. “Mohon kepada seluruh lapisan masyarakat kabupaten sintang apa yang terjadi di Surabaya tidak menjadikan hubungan renggang. Kita bersaudara dan mari jaga keamanan. Apapun suku dan agamanya. sekali lagi saya mengatakan jangan terprovokasi. Kita boleh marah, kita boleh kesal kita boleh mengutuknya, tetapi yang paling utama untuk kita di sini adalah menjaga keutuhan umat bergama dan masyarkaat kabupaten sintang,” pesan Terry.

Terry berharap, kejadian serupa tidak terjadi di Kabupaten Sintang. Oleb sebab itu, dia berharap pihak kepolisian dapat mendeteksi dini dan menjaga rumah ibadah. Ia pun meminta agar masyarakat juga mendukung langkah deteksi dini potensi gangguan Kamtibmas seperti melaporkan gerak-gerik orang yang mencurigakan.

“Karena kalau terjadi apa-apa yang rugi kita, dapat menghambat pembangunan. Oleh karena itu, tidak perlu kita ikut memperkeruh suasana. Kalau ingin membicarakannya timbul rasa kesal silahkan, tetapi kita terus membangun dan membina Kabupaten Sintang dengan baik.  Aparat kepolisan, kami berharap dapat menjaga keamanan rumah ibadah dan lingkungan masyarakat,” harapnya. (red)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *