Terkesan Pemda Setempat Tutup Mata : Dermaga Tebas Tekarang Patah

Darmaga Tarkarang patah./luxman
Darmaga Tarkarang patah./luxman

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SAMBAS-Akibat patahnya plat gelegar penyangga Dermaga penyeberangan dari Tebas ke Perigi Piyai Tekarang sejak tanggal 25 Mei 2015 lalu meresahkan bagi pengguna jasa penyeberangan. Mulai dari sopir truk, pedagang hasil bumi masyarakat seberang dan sebaliknya, penjaja ikan dan bahkan anak sekolah dan pegawai negeri sipil yang nota bene memanfaatkan jasa penyeberangan itu, terang Warna salah satu penjual kios minuman dan makanan di bilangan lokasi Dermaga tersebut.

Tidak mau menerima keadaan yang justru kian hari akan kian memberati maka sekitar tiga puluhan sopir truk dan masyarakat sekitar bergotong royong melakukan memperbaikan dengan mengandalkan beberapa batang kelapa sebagai bantalan pengganti untuk lintasan mobil, Senin 1 Juni 2015.

Gotong royong lakukan perbaikan darmaga./luman
Gotong royong lakukan perbaikan darmaga./luman

Kasihan masyarakat terang Gunawan salah satu sopir truk, jika angkutan antar desa dan kecamatan macet maka rakyat jadi korban pak, harga sembako akan naik, sementara harga hasil petani anjlok akibat biaya angkut yang mahal.

Perbaikan ini kami lakukan dengan kesadaran bersama dan dengan uang kami pribadi, agar kami mudah mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakat.

Sementara Pemda setempat hanya ongkang-ongkang kaki saja tidak ambil peduli dengan nasib kami, paling kalau ada undangan kawinan atau selamatan mereka bergegas hadir, kalau yang kayak beginian apakah Bupati atau wakil rakyat jangan harap peduli, terang Gunawan pada wartawan.

Sudah enam hari kami tak kerja berarti sudah enam ratus ribu rupiah kami kehilangan nafkah anak istri, timpal Indra yang dibenarkan oleh Epri yang sehari-harinya membawa kopra hasil olahan masyarakat desa Kecamatan Jawai dan Jawai selatan.

Akibatnya harga kopra turun, awalnya harga kopra ditingkat petani Rp.7000,-(Tujuh Ribu) per kilogram, sekarang merosot hingga Rp.5.000 (Lima Ribu Rupiah ) saja, tukas Epri.

Sedangkan Harga Gas 3 kg sudah tembus Rp.23.000, bahkan ada yang tembus Rp.25.000,-semua jadi panik akibat terkendalanya penyeberanagn ini.

Abu Bakar Kepala Unit Pelayanan Teknis Penyeberangan Dishubkominfo Kabupaten Sambas menyambut baik dan mendukung kegiatan gotong-royong para sopir truk TERSEBUT.

Kepedulian mereka sangat kita hargai, ia juga menyayangkan adanya kelebihan tonase angkutan yang bisa mencapai belasan ton, sementara kemampuan dermaga tidak sebanding, kita sudah pasang spanduk himbauan agar muatan truk cukup hanya 4 ton saja, namun ada yang melebihi dari itu, terang Abu Bakar.

Harapan para sopir truk agar pemerintah meningkatkan lagi kemampuan dermaga ini, minimal seperti di Sekura atau Siantan, jangan hanya mengandalkan pelampung ponton saja, setidaknya dibangun secara permanenlah, pinta Gunawan penuh harap./Lukman


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *