Terkait Korupsi Gardu PLN, Dahlan Iskan Diperiksa Kembali

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Dianty Winda)
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Dianty Winda)

JAKARTA – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, kembali diperiksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara.

Dahlan Iskan memenuhi panggilan pemeriksaan Kejati DKI, ia tiba di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta  Jl. Rasuda Said Kav. 2, Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat 5 Juni 2015.

Dahlan datang tidak didampingi pengacaranya Pieter Talaway yang berhalangan hadir karena tidak enak badan.

Tanpa banyak bicara, Dahlan berjalan menuju ruang Pidana Khusus. “Nanti saja ya, kan belum diperiksa” ujar Dahlan.

Pemeriksaan bos Jawa Pos sekaligus mantan Dirut PLN merupakan pemeriksaan kedua kalinya, sebelumnya pada Kamis 4 Juni 2015, Dahlan juga diperiksa Pidsus DKI terkait kasus yang sama dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Keterangan Dahlan dibutuhkan oleh penyidik untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang membelit PLN saat di bawah kepemimpinannya. Saat itu Dahlan bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Seperti diketahui, nama Dahlan Iskan terseret dalam kasus dugaan korupsi  pembangunan megaproyek Kementerian ESDM terhadap 21 unit gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara pada Desember 2011 lalu. Nilai proyek ini mencapai Rp1,063 triliun.

Belakangan diketahui 13 proyek tersebut justru terbengkalai. Proyek tersebut antara lain GI (Gardu Induk) Malimping, Asahimas Baru,Cilegon Baru,Pelabuhan Ratu Baru, Porong Baru, Kedinding, Labuhan, Taliwang,Jatiluhur Baru, Jatirangon II, Cimanggis II, Kadipaten dan New Sanur./(vv)/radar-indo


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *