Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana ADD Desa Bekut, Ini Kabarnya

“ Kasus Dugaan Penyelewangan ADD Berbuntuk Panjang, Terbukti Masyarakat Desa Bekut Mengumpulkan Tanda Tangan Bakal Melakukan Mosi Tak Percaya dan Menggiring Hinga ke Ranah Hukum ”

Pertemuan warga terkait masalah ADD desa Bekut pada 29 Desemer 2015 lalu./ foto : Luxman-postkotapontianak.com
Pertemuan warga terkait masalah ADD desa Bekut pada 29 Desemer 2015 lalu./ foto : Luxman-postkotapontianak.com
TEBAS ! POSTKOTAPontianak.com – Forum Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Bekut Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas yang diketuai oleh H.Joko dan Ketua Penasehatnya Nazarhan mengungkapkan saat ini tanda tangan mosi tidak percaya masyarakat desa Bekut Kecamatan Tebas sedang berjalan, untuk hari ini saja (7/01/2016) sudah terkumpul sebanyak 700 tanda tangan.
Ini semua kehendak masyarakat yang diakibatkan ngambangnya jawaban Kades Bekut Bujang Saleh mengenai penggunaan Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2015, saat sesi dialog pada 29 Desember 2015 kemarin.
Apalagi dikuatkan dengan pernyataan pengurus Badan Permusyawaratan Desa Bekut yang disampaikan oleh Ketuanya Sudirman.
Dimana Sudirman di depan ratusan warga Bekut mengatakan, bahwa sudah 2 tahun ini Kepala Desa tidak pernah melakukan konsultasi atau pun rapat dengan pihak BPD Desa Bekut.
Selaku Ketua Penasehat Forum Nazarhan menduga ada hal yang tidak beres dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa ini, apalagi salah satu anggota BPD mengatakan, honor kami saja diserahkan dalam amplop, namun isinya tidak sesuai dengan apa yang dianggarkan, beber Suriadi.
Sementara Bujang Saleh selaku Kepala Desa Bekut menjawab bahwa uang honor BPD itu kan diterima dan ditanda tangani oleh yang bersangkutan.
Bahkan Nazarhan mengungkapkan, ada satu lembaga lagi di desa ini yang mati yakni Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM), seharusnya mereka difungsikan, Kades semaunya menunjuk orang lain yang secara semena-mena, inikan sudah tidak sesuai dengan Tata kelola Pemerintahan Desa, tambahnya pula.
Terkait dengan keinginan Forum akan membawa permasalahan ini ke ranah Hukum, Camat Tebas Sugiarto.SH.MM mempersilahkan. Namun laporan tersebut tentunya bersifat dugaan, harus ada bukti kongkritnya nanti, sehingga tidak timbul fitnah dibelakang hari, sebab ini menyangkut masa depan orang lain,tegas Sugiarto.
Namun berdasarkan keinginan warga Desa Bekut yang diwawancarai “PostkotaPontianak.com”, satu persatu umumnya setuju kasus Dugaan Penyalah Gunaan Dana ADD ini di giring ke ranah Hukum, kelak akan ketahuan kebenarannya sebagaimana di inginkan oleh beberapa tokoh masyarakat seperti H.Bujang dan Tokon pemuda Fadhi.
Menurut mereka agar kasus ini lebih terang benderang, sementara itu kami yang tergabung di Forum akan terus menelisik ke mana saja Dana ADD itu mengalir, papar H.Joko pula./Lux-PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *