Terkait BLT, Warga Gang Flamboyan 1 Rt.08/ Rw.10 Parit Baru Datangi Kantor Desa

KKR (SUI RAYA-PARIT BARU) – PKP : Kantor Desa Parit Baru  didatangi Perwakilan Warga Gang Flamboyan 1 RT, 008 / RW, 010  Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Guna mempertanyakan tentang pemberian Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Desa kepada Kades Parit Baru, Jumat, ( 15/05/20).

)foto ketua RT dan Perwakilan Warga Gg, Flamboyan 1 RT, 008 / RW, 010 Desa Parit Baru Kec, Sui Raya Kab, Kubu Raya disaat kunjungi Kades setempat)

“ Kedatangan Ketua Rukun Tetangga ( RT ) dan Perwakilan Warga Gang Flamboyan 1  RT, 008 / RW, 010 diterima langsung oleh Kepala Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Musa, SH.i.

Pasalnya, kehadiran para warga tersebut mempertanyakan akan bantuan BLT Desa, dimana dikatakannya ada salah satu Rumah Warga yang mendapatkan 4 bantuan sekaligus, kalau kita lihat masih banyak warga setempat yang membutuh bantuan tersebut, seharusnya bantuan itu dibagi rata dengan warga yang lainnya jangan hanya rumah itu saja setiap ada bantuan dari Pemerintah diterimanya. Apa tidak ada lagi yang lainnya, hanya rumah itu saja, masih banyak warga kita yang kurang mampu yang harus kita bantu, ungkap warga tersebut.

“ Akiang salah satu warga yang mendatangi Kades Parit Baru bersama rekannya juga menyayangkan akan data yang di keluarkan oleh Pusat, seharusnya data tersebut di ambil dari Desa, baru bisa kita katakana akurat, ini ada yang dapat ada yang tidak, malahan warga yang sudah meninggal Dunia pun keluar namanya untuk mendapatkan dana tersebut, yang herannya lagi anak yang baru menikah baru, ini saja bisa mendapatkan bantuan tersebut, itu  datanya dari mana, katanya Dari Pusat, Kenapa Pusat bisa tahu atas nama tersebut, kenapa kami ini yang sudah bertahun-tahun kok tidak terdaftar dalam data tersebut, ada apa ini, katanya Pandemic      COVID-19, ujar Akiang kesal.

Kades Parit Baru Musa, SH.i sangat mengapresiasi atas kedatangan warganya dimana setiap warga boleh datang dan bertanya atas segala yang ada di Desa Parit Baru kita ini.

Musa menjelaskan, kalau untuk Bantuan Sosial Tunai ( BST ) itu bukan kewenangan kami, tapi semuanya kewenangan dari Pusat, Desa hanya menerimana Data saja dan terus mengkonfirmasikan kepada masyarakat yang mererimanya itu tugas dari pada kami, jelasnya

Masalah di satu Rumah ada yang menerima Empat bantuan sekaligus itu bukan kewenangan kami untuk menjawabnya itu semua, tetapi kami hanya diberikan kewenangan untuk menyalurkan dan memberitahukan warga yang dikirim datanya dari Kementrian Sosial untuk ditindak lanjuti ke masyarakatnya, serta sesuai dengan alamat dan nama meraka dan merekapun bisa mengambilnya dikantor Pos Bank BRI atau Bank BNI terdekat, dan ini bukanlah Bantuan dari Dana Desa serta  apa yang saya jelaskan tadi untuk menjawab pertanyaan dari warga tersebut,” beber Kades.

Lanjut Musa, untuk Bantuan Lansung Tunai ( BLT ) Desa Parit Baru hanya mendapatkan sekitar 200  dari 7729 KK saja, artinya masih banyak yang masih belum mendapatkan bantuan, walaupun mereka dalam kategori Miskin, dan kita memang tidak bisa mengupayakan mereka untuk mendapatkan bantuan tersebut karena kita tidak bisa lagi untuk mencari data orang Miskin, dari pada Pemerintah Daerah atau tingkat Propinsi maupun itu untuk data data setingkat Desa.

Pada kesempatan tersebut tambah Kades Parit Baru Musa, SH.i mengijinkan Warga Gg, Flamboyan 1 RT, 008 / RW, 010 untuk pemekaran kepengurusan Rukun Tetangga ( RT ) nya dari kepengurusan RT yang lama, dimana untuk kepengurusan Rukun Tetanga ( RT ) yang lama sudah sekira 150 an KK dan ini mustih di pecah RT nya, namun sebagaimana kita ketahui untuk pemecahan Rukun Tetangga ( RT ) baru musti ada sekitar 50 KK dan untuk itu musti dimusyawarakan dulu supaya tidak terjadi kerengganan dan ini juga sudah menjadi kajian kami untuk pemekaran RT

Harapan Kades Parit Baru Musa, SH.i sangat,  kerja keras Dinas Sosial dan bekerja sama dengan Data Statistik untuk menyajikan data yang betul betul Failit sehingah tidak menimbulkan kericuhan masalah persoalan data yang ada di lapangan.

Terjadinya Polemik akan bantuan Pemerintah tersebut membuat Ketua Umum Komunikasi Kemitraan Territorial ( KKT ) Teungku Apreandy, SE angkat bicara, dimana beliau menyampaikan seharusnya data tersebut bisa di perbaharui secepatnya, kan sekarang sudah sistem Online apa pun bisa, tergantung pemerintah mau atau tidak nya untuk bekerja keras, apa lagi kita melihat kondisi sekarang terjadinya Pandemid  Wabah COVID -19 ini semua masyarakat menjadi dampaknya, putus kerjaan hingga sampai ada yang tidak sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut dengan alasan semua data itu dari Pusat.

Dimana Beliau juga mengatakan akan selalu mengawal Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Desa yang telah disalurkan kepada masyarakat setempat, dan juga disampaikan kepada semua anggota KKT untuk turun lapangan mengecek nya sesuai atau tidak yang mendapatkan bantuan tersebut, dimana kelayakan lah yang harus kita nilai bukan atas kekeluargaan atau sekedar sahabat, kasian para saudara kita masih banyak yang kekurangan akan terjadinya Pandemid COVID-19 ini.

“Kami juga meminta para Kepala Desa bisa Transparan akan Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) ini untuk menyampaikan nya kepada Publik supaya kita semua tahu akan dan berapa Anggaran yang diterima di setiap Desa dan telah disalurkan kepada masyarakat tersebut,” pinta Teungku Apreandy./*

(ABE PKP).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *