terang Jarot, Total Yang Sudah Di Lakukan Penelusuran Seperti Yang Sudah Di Sampaikan Diawal Yakni 1.969 Sudah Dilakukan Rapid Test, Hasilnya 183 Reaktif

POSTKOTAPONTIANAK.COM SINTANG. Bupati Sintang Jarot Winarno Ungkap Selanjutnya cluster kegiatan keagamaan di Goa, Sulawesi selatan,  sudah di telusuri di temukan satu dari Kecamatan Sungai Tebelian sudah di rapid test hasilnya negatif atau nonreaktif, kemudian tetap isolasi mandiri di rumah, setelah itu rapid test kedua juga hasilnya nonreaktif. Masih lanjut Jarot yakni cluster Kuala Lumpur di temukan satu, dilakukan rapid test hasilnya reaktif masuk kategori OTG dan diisolasi mandiri di Mess Diklat BKPSDM komplek Gedung Serbaguna Sintang.
“lalu kemudian ada cluster kegiatan keagamaan di bogor, pertama-tama kita lakukan penyelidikan epediomologi hasilnya nonrektif semua, jadi masyarakat jangan berpikir kita hanya menelusuri satu agama tertentu saja, tapi semuanya kita telusuri”ujar Jarot.
Kemudian lagi kata Jarot cluster orang yang beresiko tinggi seperti para tenaga medis baik itu di Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, di laboratorium Kesehatan dan puskesmas serta para pembantu tenaga medis, tim gugus tugas covid-19 yang di lapangan juga resiko tinggi. Dimana untuk di Dinas Kesehatan ada 749 orang di lakukan rapid test hasilnya 78 reaktif, kemudian 141 dari gugus tugas covid-19  di temukan 29 reaktif.
“dari masyarakat umum juga ada 360, termasuk segala volunteer yang insiatif melaporkan diri bahwa pernah kontak dengan orang yang reaktif, tokoh-tokoh masyarakat juga datang ya minta tolong di test juga, setelah rapid test ditemukan 16 reaktif”terang Jarot.
Jadi, terang Jarot, total yang sudah di lakukan penelusuran seperti yang sudah di sampaikan diawal yakni 1.969 sudah dilakukan rapid test, hasilnya 183 reaktif pertanggal 10 mei 2020.
“sebagian kecil kalau mereka mampu disiplin, kita isolasikan di rumah masing-masing dengan pengawasan ketat tim gugus tugas setempat, sebagian besar kita siapkan di mess diklat bkpsdm komplek gedung serbaguna sintang, kapasitasnya 34 kamar sudah terisi 22 kamar, lalu ada satu penginapan kita blok jumlah kamaranya 43 itulah untuk tenaga-tenaga medis, gugus tugas. Kemudian ada yang OTG lansia yang reaktif, mengingat usianya, di isolasi mandiri di rumah sakit rujukan”ungkap Jarot.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *