Terang Askiman. “Dalam Mendata Warga Yang Berhak Menerima Bantuan, Harus Terbuka Dan Transparan

POSTKOTAPONTIANAK. COM

SINTANG. Wakil Bupati Sintang Askiman menjelaskan bahwa dalam hal bantuan bagi warga terdampak covid-19 ini ada orang mampu dan kaya yang iri dengki kepada orang miskin. “akhirnya ada beberapa desa yang mengambil kebijakan yakni beras bantuan yang untuk orang miskin dibagi rata. Orang miskin rela berbagi beras dengan orang kaya. Bantuan Langsung Tunai dari dana desa untuk menambal data orang miskin yang tidak terdata dan belum mendapatkan bantuan lain. Kalau sudah terdata dan sudah mendapatkan bantuan, jangan dipaksakan untuk diberikan BLT dana desa” terang Askiman.

“dalam mendata warga yang berhak menerima bantuan, harus terbuka dan transparan bahkan melibatkan aparat di Polsek dan Koramil. Kepala desa harus tanggap memantau dan menangani warganya tertular virus corona. Desa jangan sampai kecolongan dalam mengawasi orang keluar masuk wilayahnya. Jaga kebersihan, sering mandi, selalu cuci tangan, jangan telat makan dan jangan terlalu capek supaya daya tahan tubuh terjaga. Jangan terlalu cemas dan jangan stres supaya imunitas tubuh kuat. Dan tentunya terus berdoa di rumah” pesan Askiman.

“desa harus siapkan tempat isolasi. Kalau ada orang datang, tanya berasal dari mana. Atau baru datang dari mana, siapa tau dia baru datang dari wilayah yang merupakan zona merah virus corona. Mohon informasi ini sampaikan dan teruskan kepada warga desa masing-masing. Jangan kades dan BPD simpan saja informasi ini. Kita mulai Senin, 11 Mei 2020 kita akan berlakukan pembatasan sosial. Tempat usaha yang tidak patuh akan ada sanksi” tegas Askiman.

Petrus Alianto Pj Kepala Desa Merpak menyampaikan bahwa pohaknya yang ada dilapangan dan tengah masyarakat sangat sulit sekali menghadapi masyarakat. “banyak aturan dan teori yang ada tidak sesuai dengan kondisi di lapangan” terang Petrus Alianto

.
Bendut Kepala Desa Karya Jaya Bakti menjelaskan warganya meminta agar bantuan yang ada supaya dibagi rata karena warga tidak bisa jual kulat dan hasil pertanian. “uang lelah untuk warga yang menunggu di pos jaga menjadi pertanyaan warga. Data penerima bantuan BLT dana desa, kami patuh pada kriteria yang ada dalam aturan. Kami juga setuju jika data dan informasi corona bisa dibuka” terang Bendut.

Mahdi AS Pj Kepala Desa Nanga Lebang menjelaskan bantuan sangat banyak bagi warga sehingga ada tumpang tindih data penerima. “banyak pertanyaan kepada kami, kapan bisa masuk ke desanya karena memang ada penutupan jalan masuk ke desa” terang Mahdi AS.

Menanggapi diskusi tertsebut, Wakil Bupati Sintang menjelaskan bahwa desa tidak boleh memberikan gaji atau upah kepada warga yang menjaga pos jaga tetapi boleh memberikan makan dan minum karena mereka adalah relawan. Kalau ada data penerima bantuan yang salah. Cepat lapor ke Dinas Sosial untuk perbaikan data” pinta Wabup Sintang./*

(LMB)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *