Tembakan Peringatan Tidak di Gubris, Akhirnya Polisi Terpaksa Tembak ke Kaki Aris

Kalau berbuat sesuatu, apalagi perbuatan buruk, harus siap dengan akibatnya. Jika akibat dari perbuatan itu diterima dengan lapang dada, bisa jadi resikonya tidak terlalu buruk. Tapi, hal ini tidak disadari Aris Jeboa.

POSTKOTA PONTIANAK.COM-(SEKADAU)

Pemuda bertampang amburadul ini sepertinya tidak siap dengan akibat perbuatan jahat yang sering ia lakukan. Aris adalah pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Ia dibekuk oleh anggota Polsek Sekadau Hilir dibantu petugas dari Sat Reskrim Polres Sekadau pada tanggal 20 Februari lalu. Kala itu, Aris yang hendak membengkas sebuah sepeda motor milik Sufyan Kuswanto, warga Senuruk Desa Sungai Ringin tak
kuasa lari dari kejaran polisi.

Ars yang berhasil diamankan  Petugas.(yyh pkp)
Ars yang berhasil diamankan Petugas.(yyh pkp)

Calon korbannya, Sufyan, rupanya mencium gelagat mencurigakan Aris. Sufyan segera menghubungi polisi. Singkat cerita, Aris pun masuk sel. Ia ditahan di sel tahanan Polsek Sekadau Hilir selama beberapa hari.

Beberapa hari setelah penangkapan, dan untuk kepentingan pengembangan kasus Polisi pun memboyong Aris ke sejumlah tempat yang pernah menjadi lokasi kejahatannya. Dari pengakuan pemuda asal Nias, NTB ini, salah satu motor hasil curiannya dijual  ke daerah Sosok, Kabupaten Sanggau.

Ketika dalam perjalanan menuju lokasi tersebut, Aris tiba-tiba meminta ijin kepada polisi untuk buang air kecil. Polisi yang tak menaruh curiga dan mengijinkan Aris pipis di semak-semak.

Lama ditunggu, Aris tak muncul-muncul. Polisi pun mulai curiga. Benar saja, Aris sudah tak ada di lokasi tempatnya buang hajat saat polisi mendatangi semak-semak itu.

Polisi dengan langkah seribu segera memburu Aris yang lari super cepat bagai tokoh kartun, Sonic. Semakin cepat polisi berlari, Aris rupanya bisa lebih cepat lagi. Mungkin karena sudah terbiasa dikejar-kejar warga, makanya pemuda tatoan ini mampu berlari secepat kilat.

Karena tak kuasa mengejar Aris, polisi kemudian mengambil inisiatif memberikan peringatan dengan menembakkan senjata api ke atas.  Satu tembakan tak digubris, dua tembakan Aris lari makin kencang. Hingga tembakan ketiga, yang nampak tinggal bayang-bayang Aris.

Karena tiga kali peringatan tak diindahkan, polisi akhirnya mengarahkan pelatuk pistol ke betis Aris. Tak tanggung-tanggug. Dua butir peluru bersarang di kaki pria yang hobi mengkonsumsi alkohol itu.

Saat itu juga Aris tumbang dengan kaki bersimbah darah. Polisi pun segera melarikan Aris ke Puskesmas Sosok untuk mendapat perawatan.

“Sekarang pelaku sudah kami titipkan di sel tahanan Polres Sekadau. Kasus ini masih dalam pengembangan kami,” ujar Kapolsek Sekadau Hilir, Iptu Muhadi.

Sementara, Aris yang kini meringkuk di sel tahanan tampak terpincang-pincang saat mendatanginya untuk mengambil foto. Ia sesekali meringis menahan sakit di kakinya. “ Sakit bang,” jawabnya saat ditanyai bagaimana rasanya dihadiahi timah panas. (Yahya PKP)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *