Tangkal Bencana Banjir, Perlu Tindakan Survey Penyebab Banjir Dalam Bertindak Mengambil Keputusan

POSTKOTAONTIANAK.COM

MEMPAWAH KALBAR –  Untuk penanggulangan banjir di wilayah Kecamatan Segedong-Jongkat. Perlu diambil langkah yang optimal dalam menghadapi dampak banjir tahunan.

Bertemu diruang kerjanya, Legislator Partai Demokrat Kabupaten Mempawah, Sayuti ST. Mp., mengapresiasikan kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah agar sibergitas dengan perusahaan setempat. Usai rehat di temui Kantor DPRD Kabupaten Mempawah. Selasa (28/07/2020).

“Banjir yang merendam pemukiman masyarakat di Kecamatan Segedong-Jongkat dirasakan semakin parah dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mempawah disarankan melakukan observasi sebelum menentukan langkah tepat untuk mengatasi banjir,” ucapnya.

“Maka dari itu, terlebuh dahulu perlu dilakukan survey dan analisa akan akurasi untuk mengetahui dimana letak permasalahan yang menyebabkan banjir dilingkungan masyarakat di Kecamatan Segedong dan Jongkat. Apakah disebabkan faktor hulu atau hilir,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Sayuti.

“Hasil peninjauan dilokasi dan bertemu dengan semua pihak, bahwa menduga banjir disebabkan faktor hilir yakni pendangkalan muara, dilakukan langkah normalisasi dan pengerukan sungai, Alhasil langkah tersebut tidak efektif untuk mengatasi banjir,” ucapnya.

Menurut predeksi Anggota Dewan Dapil Segedong-Jongkat itu katakan, datangnya banjir bisa saja disebabkan faktor hulu, yaitu kurangnya penyerapan air akibat maraknya penebangan hutan, aktivitas pembukaan lahan dan perambahan hutan secara besar-besaran.

Lanjutnya, dengan demikian maka diperlukan pembuktikan dan juga data yang akurat, itu semua sangat penting dilakukan, maka perlu dilakukan survey oleh dinas terkait, agar kebijakan penanggulangan banjir berdasarkan data dan fakta ilmiah, sehingga lebih tepat sasaran dan efektif untuk lingkungan masyarakat yang terkena dampak banjir tahunan di wilayah kabupaten mempawah ini, tidak cuma kepada kecamatan segedong dan kecamatan jungkta saja.

Permasalah banjir ini, saat ini kondisinya semakin memburuk dan menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Bahkan, banjir merugikan sektor perekonomian masyarakat pedesaan khususnya di Kecamatan Segedong, terlebih lagi ditambah bencana wabah covid 19 ini, sehingga semakin pelik dan rumit dalam penanggulangannya.

“Kalau dulu banjir di Segedong hanya sekali dalam setahun, sekarang sudah berkali-kali. Begitu pun ketinggian banjir, semakin parah sampai masuk ke dalam rumah. Dan, banjir bertahan lebih lama merendam pemukiman masyarakat. Artinya, banjir sudah semakin mengkhawatirkan dan perlu segera ditangani dengan tepat dan cepat,” tukasnya.

“Himbauan kepada warga kecamatan segedong dan kecamatan jungkat untuk selalu waspada atas bencana banjir ini, bentuk posko-posko bencana, dan satukan kegiatan juga dengan posko bencana covid 19 juga, sehingga dengan demikian menjadi satu kesatuan dalam penganggulangan dan antisipasi atas benacana yang terjadi di wilayah kecamatan Segedong dan Kecamatan Jungkat,” himbau Sayuti.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *