Tanggapan Pemkab Atas Pandangan Fraksi Partai PDIP

WWW.POSTKOTAPONTIANAK.COM

SINTANG-Tanggal 10 Oktober 2018. Jawaban pemerintah atas pemerintahan umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sintang pada Rapat Paripurna Ke-11 masa persidangan III tahun 2018. Terhadap nota keuangan dan rancangan peratutran daerah tentang kabupaten sintang tentang perubahan peraturan daerah kabupaten sintang  nomor 17 tahun 2017,  tentang APBD kabupten sintang tahun 2018.

Bupati Sintang Jarot Winarno menanggapi saran dan masukan dari fraksi Partai  Demokrasi Indonesia Perjuangan dapat kami sampaikan sebagai berikut:

Mengenai perbaikan drainase depan pasar kenyalang dapat kami sampaikan bahwa drainase sudah dilaksanakan penanganan awal sekaligus perbaiakan jalan dan melalui UPJJ akan di selesaikan penanganan nya.

Mengenai penganggaran ruas jalan  SP-2 menuju nanga pari dan perbaiakan jembatan yang ada disungai raya, dapat disampaikan bahwa kegiatan tersebut akan menjadi catatan dan perhatian kami dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun yang akan datang.

Mengenai ruas jalan lengkenat-sepauk pengerjaannya sudah dilaksanakan tahun anggaran 2018. Akan tetapi belum tuntas karena dana tidak mencukupi. Sudah diusulkan dan apabila disetujui pemerintah pusat akan di lanjutkan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2019.

Mengenai  agar saran menyerahkan KUA dan PPAS  tepat waktu dimasa mendatang, maka dengan ini kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dokumen KUA dan PPAS perubahan APBD semestinya di akhir  bulan Agustus .

Namun karena begitu padat nya agenda daerah yang bersifat nasional, regional dan lokal di kabupaten sintang, serta masih ada nya sebagian materi KUA dan PPAS  tersebut yang perlu penyesuaian dengan aturan yang terbaru,  maka keterlambatan tersebut tak terhindarkan.

Tentunya kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyampaikan dokumen KUA dan PPAS tersebut tepat waktu, sehingga sesuai dengan rencana yang ada, dan untuk penyusunan APBD tahun 2019 ditetapkan aturan baru yaitu penggunaan E-planning dan E-budgeting sehingga diperlukan sarana dan prasarana khusus  terutama Aplikasi /sistem serta diperlukan pelatihan sumber daya aparatur untuk mengoperasikan sistem tersebut. Tuturnya

(pewarta:  Yefta LMB)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *