Tak Terima Ditegur Petugas Makan Dihajar Babak Belur

 

Mempawah – Sejak Selasa (19/06/2018) sore menjelang malam, Kedesaan Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah dilanda ketegangan.
Hal itu berawal dari persoalan adu mulut, antara pemilik lapak, Sumi, yang berjualan di wilayah Makam Opu Daeng Manambon di Dusun Suap, dengan salah satu petugas makam, Wawan.

Miskomunikasi ini terjadi lantaran Sumi merasa tak terima saat ditegur oleh Wawan yang meminta agar menertibkan lapaknya karena dianggap menganggu lalu lintas para pengunjung makam. Percekcokan pun tak terhindarkan. Sumi yang sudah terlanjur emosi kemudian memanggil suaminya, Kosim.

Tak berselang lama, datanglah Amir yang merupakan keluarga dari Wawan dan mencoba menengahi persoalan. Keempatnya pun sepakat untuk pergi ke Kantor Desa Pasir untuk melakukan mediasi.

Namun baru berjalan sepanjang kurang lebih 1 Km, mobil yang dikendarai keempatnya distop oleh sekelompok orang dan dipaksa turun.

Tanpa banyak basa-basi, kelompok massa yang berjumlah sekitar 7 orang itu pun langsung memukuli Wawan dan Amir hingga babak belur. Sebagian mereka memukul menggunakan kayu. Pengeroyokan ini kemudian diketahui masyarakat sekitar dan sempat dilerai.

Dengan kondisi cukup memprihatinkan, Wawan yang juga mengalami luka akibat serpihan kayu yang menancap di lengan kanannya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Rubini Mempawah untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara Amir mendapat pengobatan oleh warga.

Tak berhenti sampai disitu, massa dari pihak Wawan pun merasa tak terima akibat perlakuan pengeroyokan tersebut, dan melakukan penyisiran kepada para pelaku pengeroyokan yang justru kabur usai kejadian. Massa yang emosi sedikit demi sedikit terus mempertebal kekuatan dan melakukan sweeping.

Bentrokan kedua kubu nyaris terjadi, namun karena aparat Polres Mempawah dengan dibackup Anggota Kodim 1201/Mempawah cepat bergerak ke lapangan dan meredam amarah warga, akhirnya hal-hal yang tak diinginkan pun tak sempat terjadi.

Pendekatan secara persuasif ini pun berlanjut keesokan harinya, Rabu (20/06/2018) sekitar pukul 10.00 Wib, baik dari aparat keamanan dan massa, serta dari pihak korban melakukan pertemuan di Masjid Jamiatul Khair Keraton Mempawah, yang terletak di Desa Pulau Pedalaman Kecamatan Mempawah Timur.

Pertemuan antara aparat keamanan dan pihak keluarga korban di Masjid Jamiatul Khair Keraton Mempawah. Mediasi ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Pasir dan beberapa tokoh.
Dari hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa kasus ini diserahkan sepenuhnya ke Polres Mempawah untuk ditindaklanjuti secara hukum demi tercapainya keadilan.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso berjanji bahwa pihaknya akan berupaya keras mengawal kasus ini sampai tuntas, hingga akhirnya diserahkan ke kejaksaan dan dibawa ke pengadilan untuk memutuskan perkara pidana sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

“Jangan kuatir perkaranya pasti akan ditindaklanjuti. Semua (pelaku)-nya harus bertanggung-jawab di muka hukum. Saya yakinkan perkara ini sudah masuk ranah pidana, ketika berkasnya lengkap segera kita limpahkan ke kejaksaan kemudian sampai ke pengadilan. Namun untuk itu kami butuh waktu dan proses,” ujar Kapolres.

Didik menyatakan, bahwa sejauh ini pihaknya telah mengamankan MK, satu orang dari sekian pelaku pengeroyokan yang saat ini sedang dilakukan perburuan. Sejumlah saksi pun telah dihadirkan guna memperjelas lagi ranah pidana dari kasus ini.

“Percuma bersembunyi, kalau sudah masuk ke kami, dilaporkan, walaupun sudah bertahun-tahun kami tetap akan memprosesnya. Lebih baik mempertanggungjawabkan diri,” kata Kapolres kepada para pelaku yang masih berkeliaran.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres kembali meminta agar masalah ini dipercayakan kepada pihaknya, untuk itu pun massa dimohon tidak melakukan penghimpunan massa lagi maupun penyisiran.

Senada dengan itu, Komandan Kodim 1201/Mempawah, Letkol ARM Anom Wirasunnu yang turut hadir dalam pertemuan itu menyampaikan agar massa dapat menahan diri tidak melakukan hal-hal diluar hukum yang bisa menimbulkan ketegangan baru.

“Terutama juga untuk masyarakat luar ya, yang taunya dari medsos dan sebagainya, tetap tenang, jangan sampai isu seperti ini dimanfaatkan oleh pihak lain untuk memecah belah. Dalam artian kita yang bodoh, sudahlah terjadi seperti ini, dimanfaatkan lagi oleh pihak lain. Jangan sampai kita jadi korban lagi,” pesannya tegas.

Lagi pula, dari pertemuan tersebut sudah disepakati bahwa pihak keluarga telah menyerahkan proses ini kepada pihak yang berwajib, yakni Polres Mempawah.

“Kita tidak bisa memuaskan semua orang, yang harus dipuaskan adalah korban, apa maunya korban, ya itu yang kita ikuti. Jangan ditarik (isunya) kemana-mana lagi. Tuntutan keluarga seperti itu, walaupun ada perjanjian perdamaian dan sebagainya mungkin itu nanti sebagai pertimbangan kedepannya di persidangan. Tapi keinginan keluarga proses hukum tetap berjalan,” katanya.

Senada dengan Kapolres, Dandim pun mendorong bahwa pelaku dapat menyerahkan diri, demi tertegaknya hukum dan keadilan.

“Dan ini pembelajaran bagi kita, kita negara hukum, yang berani berbuat berani bertanggungjawab,” ujarnya.

Terakhir, selaku mewakili Keraton Amantubillah Mempawah, Pangeran Andi Suhardi Suharsono bin Daeng Ramli menyampaikan bahwa sudah menjadi amanah dari Raja Mempawah agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas dan kedamaian di Kabupaten Mempawah.

“Baginda tidak mau tersusupi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang tidak mau kita ini aman. Semua elemen masyarakat kita sama-sama bersaudara, apalagi jika kita se-iman dan se-Islam,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Keraton Amantubillah Mempawah menilai apa yang berlaku adalah murni kriminal, sehingga sudah selayaknya hal ini dapat diproses ke jalur hukum.

“Tidak ada unsur SARA disini. Dan harapan dari keluarga Keraton Amantubillah, terus kita menjaga tali persaudaraan dengan baik sesama manusia, sesama umat beragama apapun agamanya, tidak mencampurkan hal yang salah menjadi benar, dan benar menjadi salah, tetap menjaga keamanan, demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya./rls.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *