Suryadi VS Ashin Saling Lapor Polisi

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAG-Dua warga  Desa Malikian dan Desa semudun Kecamatan Mempawah Hilir dan kecamatan sui. Kunyit Kabupaten Mempawah “ Suryadi dan Ashin terjadi perseteruan yang berkepanjangan dari tahun 2013 hingga Tahun 2015, Suryadihingg menjadi kasus dikepolisian Sektor Sui.Kunyit dan Polres kota Mempawah, konpliks kedua belah pihak makin memanas hingga keduanya saling lapor, melapor kepada penegak hukum polisi.

Kejadiaanya berawal dari seorang Tukang mobeler pintu jendela ( kusen), Sebut saja Suryadi dan Istrinya Hasti, menceritakan kepada wartawan ini di mana pada waktu itu, saya membeli kayu persegi ukuran 5X10X 220 cm sebanyak 42 batang kayu milik pak H.Abdul Hamid yang awalnya untuk dipergunakan sendiri. Karena belum diketam untuk pembuatan mobeler maupun kosen, oleh istri saya minta pada pak haji agar diantarkan ke gudang pengetaman kayu milik pak Ashin didaerah Semudun,waktu itu hari Kamis 7/11-2013.Kayu yang dibawa kegudang pengetaman, diterima oleh pekerjanya pangilan akrap Yas yang disaksikan rekan kerjanya beranisial………….. kayu tersebut dibawa H.A.Hamid yang dibantu oleh kernetnya dan saya juga ada pada waktu itu jelas Hesti menambahkan
diterimanya kayu kami untuk upah jasa yang kebetulan pak Ashin lagi tidak berada ditempat. Sehingga kayu yang sudah diterima tidak dikerjakan lansung. Cerita Istri Suryadi pada jaya pos Selasa (03/02-2015) dikediamannya desa Semudun Kabupaten Mempawah. Meneruskan keterangangannya semenjak diterimanya kayu tersebut keosokan harinya Jum’at 8/11-2013 saya mengecek apakah sudah dikerjakan atau belum, ternyata belum dikerjakan, saya bertanya kepada Yas kenapa? belum diketam juga kayunya, dijawab kayu yang kami terima ini belum ada perintah dari bos untuk dikerjakan, dan kami tidak berani tanpa perintah. Keesokannya lagi Sabtu 9/11-2013 kayu mau ditarik untuk dipindahkan pihak jasa pengetaman lain, ternyata kayu kami sudah dikerjakan. Ini yang sangat kami kesalkan, kenapa akan dikerjakan tidak menghubungi, pada hal pak Ashin sudah kenal dan sering ambil jasa dengan kami.Dimana untuk kayu yang diketam tersebut ada ukuranya dan ini belum disampaikan. Karena tidak ada informasi dari Ashin bahwa kayu mau dia kerjakan, pada hari ketiga itu kayu tersebut mau kami tarik. Ternyata kayunya yang telah diketam tanpa memberitahu atau menanyakan ukuran kepada pihak kami.

Kayu yang dikerjakan tidak koordinasi dengan kami yang belum memberi rincian ukuran yang mesti dikerjakan, Makanya kami minta pak Asin dapat mengganti kayu lain dengan ukuran yang diperlukan. Akan tetapi Ashin tidak mau menggati kayu miliknya (Tukar) dengan alasan yang mengetam bukan saya mengerjakannya, anak buah yang kerja minta ganti saja dengan mereka. Terang Hesty mengikuti apa yang disampaikan Ashin pada dirinyanya. Masalah ini tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan bahkan kami minta dimediasi oleh Kepala Desa setempat, jaga tidak membuahkan hasil yang baik.Karena tidak ada penyelesaian yang baik, pihak kami yang merasa dirugikan saya dan suami saya mengambil inisiatif untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib

Semenjak kasus yang kami laporkan pada Polsek Sungai Kunyit, tidak ada informasi terhadap proses hukumnya, oleh suami saya menyurati Polsek secara kelembagaan LSM ( LP2TRI) No.54/SL/LP2TRI/XI/2013, Tanggal 13 Nopember 2013 yang isinya mempertanyakan atas laporan dari Hasty Widiastuti. Dari surat suami saya yang dikirim secara kelembagaan mendapat tanggapan dari pihak Polsek Sungai Kunyit melalui surat No.B/249/XI/2013, Klasifikasi Biasa, dengan Perihal Undangan Koordinasi dan Mediasi Penyelesaian Masalah. Yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at Tanggal 22 Nopember 2013, Jam.09.00 Wib,diruang Unit Reskrim Polsek Sungai Kunyit, yang mana undangan tersebut ditandatangani oleh Joko Sutriyatno.SH, dengan Pangkat IPTU NRP.79121221. Sangat disesalkan dari hasil mediasi penyelesaian tersebut juga tidak menyelesaikan masalah, sehingga kasus pelaporan tersebut berlanjut.

Berawal dari kejadian tersebut timbul konflik berkepanjangan,antara Hasti berharap agar Ashin bertanggung jawab untuk melakukan penggantian, karena menurut Hasti pihak  Ashin telah melakukan kelalaian dalam memenuhi keinginan konsumen akibat dari perbuatannya ini kami tidak bisa mengerjakan order pesanan yang harus segera kami kerjakan.Hasti tetap berusaha melakukan upaya untuk dimintai pertanggung jawabannya Dengan laporan secara resmi ke Polsek Sungai Kunyit atas delik Aduan Pengrusakan pada tanggal 09/03 2013, ungkap Hasti sambil memberikan berkas laporannya ke pada wartawan

Seiring Waktu berjalan pihak Polsek pun segera menindak lanjuti laporan Hasti, dimana kedua belah pihak telah dipanggil untuk diambil keterangan dan dilakukan klarifikasi serta Pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut pihak Polsek Sui Kunyit tidak bisa berbuat banyak dengan alibi delik aduan laporan Hasti tentang adanya indikasi pengrusakan yang menimbulkan kerugian, dinilai oleh Polsek Sungai Kunyit tidak kuat bukti karena tidak ada Barang Bukti (BB) yang harus dinyatakan rusak.

karena tidak ada objek pengaduan dari korban untuk diperiksa yang dinyatakan rusak. Keterangan dari Kapolsek bahwa Hasti juga tidak mengakui Barang Bukti yang ada di Polsek Sui. Kunyit , yang diantarkan langsung oleh Ashin, maka proses hukum tidak kami dilanjutkan ungkap Kapolsek Saiful Bahri dan Kanit Polsek Sui.Kunyit Joko saat di konfirmasi 03/02-2015 di ruang kerja Kapolsek Sui Kunyit.

Namun pihak kepolisian Sektor Sui.Kunyit tidak melepas kan begitu saja atas laporan Hesti, pihak Polsek masih berupaya melakukan tahap Mediasi untuk dicari solusi penyelesaian konflik dua belah pihak tersebut, dua kali Mediasi untuk dua belah pihak tersebut dilakukan di Polsek Sui.Kunyit namun tidak juga mendapatkan jalan keluar nya konflik pun semakin berkembang dari dua belah pihak, Hasti merasa tidak menemukan solusi  dengn jalur hukum dan juga dinilai tiadak maksimal dan hingga saat ini belum juga ditindak lanjuti pelaporannya di Polsek Sui. Kunyit.

Karena proses hukum tidak berjalan dengan baik Suryadi (suami) dari Hasti melihat kendaraan mobil angkutan material milik Ashin yang kebetulan sedang bongkar batako didepan rumahnyapada jam 12 siang yang berjarak 3mtr,merasa kesal dan menghampiri supir dan bertanya mengenai kegiatan bongkar, sambil menawarkan pihak supir berikut keneknya untuk silaturahmi kerumah yang juga dihadiri oleh ketua RT setempat dengan maksud menyampaikan permasalahannya dengan Ashin yang hingga kini belum juga diselesaikan mendengar hal tersebut sang supir mengerti dan memakluminya dan ketika Suryadi meminta kunci mobil tanpa paksan supir mau menyerahkan dan berpesan kepada supir untuk membawa Ashin kerumahnya untuk mencari solusi yang baik lagi secara kekeluargaan yang disaksikan oleh pihak Rt.memberikan ongkos pulang kepada supir dan kernet.

Kenyataan yang terjadi apa yang diharapkan Ashin juga tidak datang, disamping itu supirnya juga tidak datang untuk mengambil mobilnya, yang telah lama ditunggu sampai keesokan harinya tidak mendapat respon dari Ashin sekitar jam 07 00 Wib,mobil yang kuncinya dengan saya serahkan pada Polres Mempawah ,karena saya merasa permasalahan pihak saya dengan Asin yang sudah dilaporkan Polsek Sungai Kunyit tidak ada tindak lanjutnya, ini dibuktikan dengan surat saya secara kelembagaan LP2TRI No.89/SL/DPW-LP2TRI/XII/2014, diterima oleh petugas yang lagi piket dipenjagaan atas nama Syafari. Sebagai warga negera yang baik taat dan patuh kepada hukum, Suryadi mengambil inisiatif untuk menyerahkan mobil pick up tersebut pada pihak Resort Pontianak untuk diamankan.

Dengan kejadian ini Ashin, juga melakukan pelaporan kepada pihak Polres Mempawah bahwa Suryadi dilaporkan telah melakukan tindak pidana Pencurian dan Pengrusakan, atas dasar laporan Ashin itu lah Pihak Penegak Hukum Resort Kabupaten Pontianak Menindak lanjuti nya dengan mebuat surat panggilan polisi kepada Suryadi Untuk di BAP
Pada tanggal 3/02-2015 dengan delik panggilan disangkakan melakukan tindak pidana Pencurian dan Pengrusakan.

Karena delik panggilan Polisi kepada Suryadi dinilai tidak Memenuhi Unsur dalam pasal-pasal yang dituduhkan, Suryadi pun ingin mengklarifikasi atas tuduhan tersebut malah sebaliknya beliau merasa keberatan, karena telah membuat laporan palsu yang dilakukan oleh Ashin, apa yang dituduhkan tidak beralasan tepat, mobil ditangan saya belum mencapai waktu 24 jam sudah saya serahkan kepada penegak hukum terutama Resort Pontianak, jelas ini pencemaran Nama baik, ungkapnya dengan rasa kesal .

Permasalahan semakin mencuat belum ada proses hukum yang pasti, sehingga Solidaritas Lembaga Independen dan ormas Kalimantan Barat pun ikut Menelaah dan kros cek perkara dilapangan dengan melakukan tinjauan dan konfirmasi serta klarifikasi kepada pihak Resort Kab Pontianak melalui Aiptu Pranoto, Brigadir Agustinus, Junaidi SH; dan Brigadir Ery Heryanto diruang Kanit IV Sat Reskrim Polres Pontianak pada hari Selasa,3 Pebuari 2015, yang hasilnya akan mengusahakan mediasi kembali.

Wakil Ketua Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat Drs. Jaya Supriadi, ikut Angkat bicara dan menilai permasalahan tersebut masih bisa untuk dilakukan mediasi melalui pihak kepolisian agar tidak berkembang dan tidak menjadi konfliks yang besar, ucap nya pada wartawan.

Jaya Supriadi juga sangat menyayangkan, panggilan polisi terhadap Suryadi dengan delik yang disangkakan melakukan tindak pidana Pencurian dan pengrusakan, jelas ini sangat tidak tepat dan relepan jika di tinjau dari kualitas inti dari permasalahannya tidak kena pada pasal-pasal pencurian apa lagi pengrusakan, sebab unsur-unsur yang mengarah hal demikian tidak ditemukan menurut telaah kami, dimana disini tidak di dapatkan bukti dan fakta yang riil untuk mengikat,ungkapnya menambahkan karena, tidak ada ditemukan unsur-unsure yang memenuhi syarat untuk memiliki dan menguasai terkait penahanan satu unit mobil milik Ashin dengan No.Pol.KB.8888.BC yang dilakukan Suryadi dengan dasar apa bila tidak ada sebab akibat.

Kami dari LPM Kalbar berharap pihak kepolisian khusus nya Polres Mempawah untuk melakukan tugas dan fungsi nya sebagai mana yang diharap kan Masayarakat, dalam arti kata tidak tebang pilih. Papar Wakil ketua LPM Kalbar pada wartawan ini ( 03/02-2015). (Budi G)