Surau Baitul Hidayah Perumnas IV Gelar Peringatan 10 Muharram (Asyura)

PONTIANAK, POSKOTAPONTIANAK.COM-Hari Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Sedangkan asyura sendiri berarti kesepuluh. Hari ini menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi’ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 H (680).

SAYUTI, S.T.,M.P, WAKIL KETUA DPRD KAB. MEMPWAH FRAKSI PARTAI DEMOKRAT MENGUCAPKAN DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA, 17 AGUSTUS 1945-17 AGUSTUS 2020 ” Harapan Rakyat Perjuang Demokrat “- INDONESIA MAJU

DIJUAL RUMAH : LOKASI SUNGAI RAYA DALAM KOTA MADYA PONTIANAK

 PONDOK GRAVITASI MENGUCAPKAN DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75 TAHUN 2020
Akan tetapi, sebagian umat Islam meyakini bahwa Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut untuk mengekspresikan kegembiraan kepada Allah karena kaum Bani Israil sudah terbebas dari Fira’un (Exodus). Menurut riwayat, Nabi Muhammad berpuasa pada hari tersebut dan meminta para sahabat untuk berpuasa. Dalam riwayat lain Beliau berkeinginan berpuasa mulai hari kesembilan, namun keinginan Beliau belum terlaksana karena Beliau wafat. Hal tersebut dikisahkan Ustadz DR. Rahmap, M.Ag pada peringatan 10 Muharram di Surau Baitul Hidayah Perumnas IV (29/8/2020).

Di paparkan DR. Rahmap, pada masa pra-Islam, ‘Asyura diperingati sebagai hari raya resmi bangsa Arab. Pada masa itu orang-orang berpuasa dan bersyukur menyambut ‘Asyura. Mereka merayakan hari itu dengan penuh suka cita sebagaimana hari Nawruz yang dijadikan hari raya di negeri Iran.

Dalam sejarah Arab, hari ‘Asyura (10 Muharram) adalah hari raya bersejarah. Pada hari itu setiap suku mengadakan perayaan dengan mengenakan pakaian baru dan menghias kota-kota mereka. Sekelompok bangsa Arab, yang dikenal sebagai kelompok Yazidi, merayakan hari raya tersebut sebagai hari suka cita.

“Sebelum Islam, Hari Asyura sudah menjadi hari peringatan dimana beberapa orang Mekkah biasanya melakukan puasa. Ketika Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah, ia mengetahui bahwa Yahudi di daerah tersebut berpuasa pada hari Asyura – bisa jadi saat itu merupakan hari besar Yahudi Yom Kippur. Saat itu, Nabi Muhammad menyatakan bahwa Muslim lebih berhak dari Yahudi berpuasa pada hari-hari itu,” beber akademisi IAIN Pontianak ini.

BACA JUGA :

6 bulan di Cari Polisi, Pelaku Perampokan Berhasil Diamankan

Sambut 10 Muharram 1442 H, FPI Mempawah Santuni Puluhan Anak Yatim

Tingkat Komunikasi Sosial, Dandim 1201/MPH Hadiri Milad III POM DPD Mempawah

Legeslator PKB Mempawah Subadio, Dukung Kepmentan Kratom Jadi Komoditas Binaan

Satgas Yonif 133 Bagikan Buku dan Alat Tulis ke Pelajar di Tapal Batas

Peristiwa-peristiwa Penting pada hari Asyura.

Asyura merupakan peringatan hal-hal di bawah ini dimana Muslim, khususnya Muslim Sunni percaya terjadi pada tanggal 10 Muharram.

Bebasnya Nabi Nuh dan ummatnya dari banjir besar.

Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namrudz.
Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan ia dibawa bertemu dengan Nabi Yusuf pada hari asyura.

Nabi Musa selamat dari pasukan Fir’aun
Nabi Isa diangkat ke langit setelah usaha Roma untuk menangkap dan menyalibnya gagal.

Bersedekah pada Hari Asyura
Selain sunah berpuasa pada tanggal sembilan dan sepuluh Asyura juga ada anjuran untuk memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dan anak yatim.

Bahkan Rasulullah SAW. Pada hari Asyura menganjurkan untuk memberi keluasan rizki kepada keluarganya dengan makanan atau hidangan yang dapat menyenangkan mereka layaknya seperti suasana hari raya, insya Allah hikmahnya Allah akan memberikan keluasan rezkinya. Amin. (kli)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *