Supian Suri: ASN Tanpa Keterangan Dapat Beragam Sanksi

KOTA DEPOK – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri mengungkapkan, bahwa berdasarkan data keseluruhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di lingkungan Pemerintahan Kota Depok berjumlah 6.757 orang pegawai.

“Artinya, secara persentase jumlah ASN yang masuk hari pertama pascalibur panjang adalah 99,3 persen, sekaligus mengoreksi pernyataan Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang sebelumnya menyebut tingkat presensi ASN mencapai 99,99 persen. Maka, BKPSDM mendapati 47 ASN yang tidak hadir di antaranya absen dengan kasus yang berbeda-beda. Itu termasuk 23 orang sakit dan 11 tanpa keterangan. Bahkan, sisanya izin,” ujar Supian Suri, Senin (10/6).

Menurutnya, bahwa Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah memerintahkan BKPSDM untuk melakukan sidak hingga ke 11 kantor kecamatan dan 63 kantor kelurahan se-Kota Depok. Maka, dari hasil pendataan itu selanjutnya wajib dilaporkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

“Untuk itu, kita harus ada sidak, bahkan kita juga harus menginput ke MenPAN-RB terkait jumlah yang hadir hari ini, semuanya,” tutur Supian.

Supian menambahkan, bahwa bagi 11 ASN yang absen tanpa keterangan akan mendapat beragam sanksi, diantaranya pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP). Sedangkan, pegawai yang mangkir dari tugas juga terancam sulit naik pangkat atau jabatan karena telah masuk buku catatan hitam Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Depok.

“Untuk yang alpa akan dipotong tunjangan TPP-nya satu hari, kemudian nanti itu jadi bahan pertimbangan Baperjakat jika memang tanpa keterangan, kemalasan, atau memang bolos, itu akan jadi catatan buat kita,” pungkasnya.

FALDI


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *