Sudirman Ungkapkan Wabah Virus Corona (covid-19) Memberikan Dampak Signifikan Pada Sektor Ekonomi.

POSTKOTAPONTIANAK.COM

SINTANG -Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman mengatakan wabah virus corona (covid-19) memberikan dampak signifikan pada sektor ekonomi. Beberapa harga kebutuhan pokok melonjak tajam seperti Gula, Bawang dan telur.kenaikan harga tersebut dipicu kelangkaan komoditi dampak dari covid-19.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sintang Drs.Askiman, MM didampingi Kapolres Sintang AKBP John Halilintar Ginting, S.I.K, Kepala Staf Kodim 1205 Sintang Mayor Inf Supriyono, Kepala Dinas Sosial Dra. Setina, M. Si dan Kepala Disperindagkop dan UKM Sudirman, S. Sos, M. Si

“komoditas yang mengalami kenaikan signifikan seperti bawang merah, telur, gula dan bawang putih. Gula perkilonya dipasaran dibandrol dengan harga Rp 20 ribu sampai 25 ribu. Harga normal biasanya hanya 12 ribu sampa 15 ribu per kilonya,” ujar Sudirman saat menjadi narasumber dialog luar studio LPP RRI Sintang di Rumah Dinas Wakil Bupati Sintang pada Rabu, (29/04/2020).

Untuk meringankan beban masyarakat mendapatkan komoditi tersebut dengan harga terjangkau pemerintah mensubsidi komoditi tersebut dan menyalurkanya melalui operasi pasar atau pasar murah. Sudirman mengatakn pihaknya telah melakukan operasi pasar murah di daerah perbatasan dan di daerah kecamatan Sintang. Pperasi pasar ini mensubsidi 4 komoditi yang mengalami lonjakan harga sigifikan sepeti Gula, Telur, Bawang Merah dan Bawang Putih.

“pelaksanaan operasi pasar di perbatasan sangat membantu masyarakat. kami mendapat apresiasi dari masyarakat disana. Kami hanya melakukan operasi pasar khusus komoditas yang mengalami kenaikan signifikan seperti bawang merah, telur, gula dan bawang putih. Saat ini harga gula sudah turun menjadi 18.000 per kilogram. Kami berharap terus turun. Bulog akan kirim 100 ton gula ke Kalbar. Sintang dapat jatah 5 ton. Mudah-mudahan dengan adanya pasokan dari Bulog, harga bisa menjadi normal kembali,” terang Sudirman

Ambrosius Murjani tokoh pemuda perbatasan menjelaskan bahwa operasi pasar sudah membantu masyarakat. Meski begitu dia harapakan operasi pasar bisa diperluas lagi. Masyarakat perbatasan sangat gelisah karena pintu perbatasan sudah ditutup.

“Kebutuhan sembako biasanya diambil dari seberang, lalu ditutup. Masyarakat Kecamatan Ketungau Hulu 90 persen sembakonya belanja ke Sanggau,” ujarnya.

Dia menerangaka pemerintah desa sudah membuat relawan covid-19 di setiap desa. Siskamling juga sudah diaktifkan. Masyarakat dari luar yang mengalami kesulitan untuk masuk ke Ketungau Hulu karena akan diperiksa secara ketat oleh masyarakat. “29 desa yang ada di Kecamatan Ketungau Hulu sudah membentuk relawan” terang Ambrosius Murjani./*

(LMB)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *