Sudah Tengah Tahun, Proyek Belum Lelang

*Kontraktor Desak Lelang Dipercepat

POST KOTA PONTIANAK ! SEKADAU-Tahun anggaran 2015 sudah memasuki semester pertama. Idealnya, progres pembangunan sudah mulai terlihat, khususnya pembangunan fisik. Namun, tidak demikian di Kabupaten Sekadau. Hingga pertengahan Juni 2015,

Ketua Askopindo dan Gapensi./mus
Ketua Askopindo dan Gapensi./mus

pembangunan fisik belum begitu terlihat. Sebabnya, ternyata proses awal pembangunan fisik yakni lelang proyek sampai sekarang belum dilaksanakan oleh sebagian besar instansi pemerintah yang memiliki proyek fisik.

Di Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan contohnya. Dari sekian banyak kegiatan fisik, sebagian besar bahkan belum dilelang. Pada lelang tahap awal tahun lalu memang sudah ada beberapa kegiatan fisik yang dilaksanakan, namun itu hanya beberapa.

Mengingat sudah masuk tengah tahun, apalagi sekarang sedang musim penghujan, ada kekhawatiran jika proses lelang lambat akan memberikan dampak berupa lambannya realisasi pembangunan di lapangan. Yang paling khawatir adalah para kontraktor penyedia jasa.

Sejumlah kontraktor yang tergabung dalam beberapa asosiasi pun melayangkan pernyataan yang intinya mempertanyakan proses lelang kegiatan fisik di Kabupaten Sekadau yang dinilai lamban.

“Mengapa sampai sekarang belum ada lelang, padahal sudah bulan Juni. Sementara nanti rekan-rekan di lapangan dikejar waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum masa kontrak habis. Kalau lelang saja lamban, bagaimana mau cepat mulai kerja,” ucap ketua asosiasi konstruksi pemborong Indonesia (askopindo) Sekadau, Linus Markus, kemarin.

Menurut Linus, hampir semua instansi pemerintah belum melakukan lelang proyek fisik. Sebagai penyedia jasa, para kontraktor yang bernaung dibawah Askopindo mengaku khawatir hal ini akan berdampak pada kinerja pembangunan di lapangan nantinya.,

“Lelang tahap pertama yang kami tahu memang sudah, tapi kan hanya sedikit saja yang dilelang. Sekarang apa kendalanya kami juga perlu tahu. Karena nanti yang didesak menyelesaikan pekerjaan secepatnya kan kawan-kawan juga, tolong ada keterbukaan lah,” harap Linus.

Menurutnya, instansi pemerintah dalam melaksanakan tugasnya harus bersikap profesional dan tidak boleh terganggu hal-hal lain dari luar. “Kami berharap dinas-dinas profesional lah, seperti dinas mengharapkan kinerja kami di lapangan,” tutur Linus.

Di tempat yang sama, ketua gabungan pelaksana konstruksi nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Sekadau, Rusmin Nuryadin mengaku pihaknya bersama asosiasi kontraktor lain telah berupaya melakukan koordinasi dengan instansi-instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Sekadau untuk mempertanyakan penyebab lambannya proses lelang.

“Kami sudah coba koordinasi, tapi sampai sekarang belum ada kabar apapun,” aku Rusmin.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PU dan Pertambangan Kabupaten Sekadau Heri Handoko Susilo mengaku pihaknya sudah mengupayakan lelang pada awal Juni lalu.

“Tapi lelangnya harus diumumkan di media Sementara kami tidak punya anggaran untuk itu. Sebenarnya bisa sih langsung, tapi kan dipermasalahkan juga kemarin,” jelas Heri.

Soal kapan pelaksanaan lelang, Heri mengaku ia tak bisa memutuskan sendiri. “Koordinasi dengan ULP,” singkatnya. /mus


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *