Sudah Banyak Menelan Korban

Air Comberan Mengalir Depan Kantor Bupati Landak

foto, Surahmanto, ST, M.Si, ketua Presedium LSM Gerak Kabupaten Landak. FOTO Ya'  Syahdan
foto, Surahmanto, ST, M.Si, ketua Presedium LSM Gerak Kabupaten Landak. FOTO Ya’ Syahdan

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! NGABANG-LSM Gerak Kabupaten Landak, melalui ketua Presedium, Surahmanto, ST, M.Si, kemarin, Rabu, (6/5), mengatakan, air comberan yang mengalir di jalan depan kantor Bupati Landak sangat meresahkan pengendara kendaraan, utamanya pengendara sepeda motor. Karena tidak tersedianya parit atau drainase sehingga air comberan atau air limbah rumah tangga dari penduduk setempat tumpah kejalan raya, yang selalu menggenangi jalan raya,  saat pagi , siang maupun malam hari. Kondisi ini sangat meresahkan warga, bahkan bermuara pada kecelakaan jalan raya, itu karena disamping jalan lincin, juga gara-gara hendak menghindari percikan air comberan sehingga banyak pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.

Surahmanto berharap supaya Dinas PU Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk segera membuat drainase atau parit di jalan depan kantor Bupati Kabupaten Landak. “ Seharusnya Pemprov Kalbar dan Pemda Landak juga malu dengan kondisi air comberan itu. Di Depan kantor Bupati yang megah ternyata ada air comberan yang mengalir di jalan raya, ” papar Surahmanto.

Ia melihat bahwa selama ini belum ada kebijakan Pemerintah untuk membuat drainase di jalan tersebut. Padahal penyebab hancurnya jalan di depan kantor Bupati Landak itu adalah selalu digenangi air comberan, sehingga jalan rusak dan menjadi penyebab kecelakaan lalulintas yang sudah banyak menelan korban.

Sebelumnya sebagaimana di beritakan media lokal, Kades Amboyo Inti Kecamatan Ngabang, Aristo Jojon, belum lama ini,  menghimbau pengendara untuk lebih berhati-hati di jalan raya, utamanya di jalan depan kantor Bupati Landak, yang selalu digenangi air comberan. “Saya selalu ingatkan , kalau sudah lewat jalan depan kantor Bupati Landak jangan ngebut, sebab jalannya licin,” pesannya.
Menurut Jojon di jalan tersebut, sering terjadi kecelakaan. Setahun terakhir saja kata dia sudah lima kali di jalan itu memakan korban. “Untuk tahun ini saja sedikitnya sudah makan dua korban,” katanya.
Untuk itu ia meminta kepada warga Dusun Binjai yang tinggal di depan kantor Bupati Landak, untuk dapat membuat saluran air. “Paling tidak dibuatkan parit supaya air tidak merembes hingga ke jalanraya,” pintanya.
Apalagi kata Jojon air itu adalah air comberan atau air limbah dapur pembuangan warga, sehingga dibiarkan mengalir ke badan jalan. Jika tidak dibuat parit, kata Jojon  akan diberikan sanksi. “Kalau tidak kami sudah menyiapkan saksi, karena ini bukan main-main kalau terus dibiarkan banyak nyawa melayang disitu,” ujarnya.
Seharusnya kata Jojon instansi terkait juga harus cepat tanggap akan hal ini dan tidak terus membiarkan, sehingga seringnya terjadi kecelakaan. “Sudah lama saya usulkan, dan belum direspon, sepertinya tidak ada upaya instansi terkait untuk membuat drainasenya,” tutur dia.
Jojon minta dukungan kepada Pemda, khususnya Bupati Landak, untuk segera membuat drainase di jalan tersebut. “Ini kan merupakan jalan lintas negara ramai kendaraan lalu lalang, sebab kalau jalan dibiarkan licin seperti ini, siapa lagi nanti yang akan jadi korban berikutnya di sini,” tandasnya./ya’dan


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *