Subsidi BBM Minyak Tanah dihapus

Masyarakat Berharap Harga LPG Stabil

(Foto. H. Said Faisal Pengusaha Gas LPG)

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MELAWI-Penghapusan Subsidi BBM Minyak Tanah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada kenaikan harga barang, dan biaya transportasi H.-Said-Faisal-Pengusaha-Gas-LPG.(joni)dan semua masyarakat sangat mengharapkan kenaikan harga bbm tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap LPG ditingkat eceran, karena sejak subsidi minyak tanah dihapus/dicabut oleh pemerintah, sebagian besar masyarakat menggunakan LPG 3 Kg, karena harganya disubsidi oleh pemerintah, dan terjangkau oleh masyarakat.

Di kota Nanga Pinoh harga eceran minyak tanah saat ini sudah Rp. 16.00 perliter sedangkan harga LPG hanya Rp. 20.000 pertabung, dan ini sudah berlangsung lama, sebelum pemerintah menaikkan harga bbm, sedangkan harga LPG ukuran 12 Kg Rp. 150.000 pertabung, ada kenaikan harga semua masyarakat sangat mengharapkan agar pemerintah tidak menaikan harga LPG 3 kg dan tidak mengurangi kuota untuk setiap pangkalan/agen dengan alasan yang tidak jelas, disetiap provinsi, kabupaten/kota. kalaupun ada pengurangan kuota untuk setiap pangkalan/agen. hendaknya pemerintah, khususnya pertamina transparan/terbuka dengan mengadakan publikasi pemberitahuan langsung, atau pun publikasi di media, agar semua agen/pangkalan dan masyarakat umum mengetahuinya.

  1. Said Faisal salah seorang agen LPG di Kota Nanga Pinoh dalam jumpa persnya kepada wartawan dan LSM menjelaskan, bahwa target kuota LPG yang ditanganinya selama ini, menerima 50 Lima Puluh truk perbulan, dari pertamina Pontianak. akan tetapi akhir-akhir ini pertamina Pontianak, mengurangi jatah kuota LPG untuk agen LPG. PT. Melawi Gasindo yang dikelola oleh H. Said Faisal sebanyak 39 (tiga puluh Sembilan) truk perbulan, dengan alasan dari pertamina yang tidak jelas mengapa jatah LPG untuk agen yang ditanganinya dikurangi.

Jadi sekarang kami hanya menerima 11 (sebelas) truk perbulan, agen LPG yang kami tangani sudah berlangganan dengan para pengecer disetiap kecamatan, dan sebagian di pedesaan, kalau LPG datang 1 truk dalam tempo 1 (satu) jam sudah habis dibagi kepada para langganan, dan bahkan banyak langganan kami sekarang harus menunggu beberapa hari antrian, baru mendapat jatah LPG untuk dibawa kedaerahnya, ujar H. Said Faisal. (Joni).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *