Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak

POSTKOTAPONTIANAK ! KUBU RAYA-Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas yang diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi

Fhoto:Peserta SDIDTK para medis yang hadir di Gardenia, Selasa (28/7). inzet. Kadinkes, dr. Berli Hamdani GS, MPPM saat memberikan arahan dan sambutan./ist
Fhoto:Peserta SDIDTK para medis yang hadir di Gardenia, Selasa (28/7). inzet. Kadinkes, dr. Berli Hamdani GS, MPPM saat memberikan arahan dan sambutan./ist

diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orangtua, pengasuh anak dan anggota keluarga lainnya), masyarakat dengan tenaga profesional (kesehatan, pendidikan dan sosial) akan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang pendidikan formal.

Indikator keberhasilan pembinaan tumbuh kembang anak tidak hanya meningkatkan status kesehatan dan gizi anak tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak berkembang secara optimal. Erat kaitannya dengan “Pelatihan Manajemen Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak” yang berlangsung di Hotel Gardenia, Selasa (28/7/2015) dengan dihadiri para medis dari masing-masing puskesmas di sembilan (9) kecamatan, Kubu Raya.

“ Dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, sejak di dalam kandungan hingga usia 18 tahun anak mempunyai hak: untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapat perawatan, pelayanan kesehatan, stimulasi, pendidikan, perlindungan dari kekerasan serta pemenuhan hak-hak anak agar menjadi anak yang sehat, cerdas dan berhalak mulia. Berbicara masalah Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) anak, berarti kita berbicara tentang tumbuh kembang anak dan gangguan tumbuh kembang anak”, Hal ini disampaikan Kadinkes Kubu Raya, dr.Berli Hamdani GS, MPPM dalam sambutannya.

Dikatakannya, Anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa, anak harus dijaga tumbuh kembangnya. Pertumbuhan berkaitan dengan pertambahan ukuran fisik seseorang serta perkembangan berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuasn fungsi organ atau individu, karena tumbuh kembang anak sudah dimulai sejak bertemunya sperma ayah dan sel telur ibu, yang berarti bahwa tumbuh kembang anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. Pada perjalanan tumbuh kembang anak menjadi dewasa terdapat 3(tiga) periode pertumbuhan yang cepat yaitu pada masa janin, masa satu tahun pertama dan masa pubertas. Dalam melakukan penilaian terhadap pertumbuhan anak, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi tumbuh kembang anak, diantaranya dengan pengukuran antopometri, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi.

Untuk penilaian perkembangan anak, hal yang dapat dilakukan pertama kali adalah melakukan wawancara tentang kemungkinan yang menyebabkan gangguan dalam perkembangan, tes skrining perkembangan anak dengan DDST, Tes IQ dan tes psikologi atau pemeriksaan lainnya. Selain itu, juga dapat dilakukan tes seperti evaluasi fungsi penglihatan, pendengaran, bicara, bahasa serta melakukan pemeriksaan fisik lainnya seperti pemeriksaaan neurologis, metabolik dan lain-lain. Stimulasi tumbuh kembang bayi dan balita selain berfungsi sebagai perangsangan yang datang dari lingkungan anak, juga dapat berfungsi sebagai penguat yang bermanfaat bagi perkembangan anak. Dengan pemberian stimulasi akan lebih effektif apabila memperhatikan kebutuhan anak sesuai dengan tahp-tahap perkembangannya, jelasnya.

Diharapkan, agar para peserta yang mendapatkan pelatihan hendaknya dapat menerapkan pengetahuan yang didapat di lingkungan kerja masing-masing. Petugas puskesmas juga diharapkan proaktif, jangan menunggu di puskesmas untuk memantau , turun langsung ke PAUD atau polindes untuk memantau perkembangan kesehatan masyarakat, harapnya.

Di tempat yang sama, Kasie Kesehatan Anak, Rosmalina, S.SiT, MM mengatakan kegiatan yang sekarang ini komprehensif dan berkualitas, difokuskan pada tenaga kesehatan di puskemas (Bidan dan Perawat) sebanyak 40 (empat puluh) orang. Di puskesmas, SDIDTK ini diselenggarakan bersama-sama dengan keluarga, masyarakat dan tenaga profesional (kesehatan, pendidik dan sosial), katanya. (YR)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *