Sri Utomo: Pengawasan PSBB Tahap Kedua di Depok Lebih Ditingkatkan

KOTA DEPOK — PKP : Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Depok,
menggelegar rapat evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Jadi tujuan rapat tersebut, yakni akan meningkatkan pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua. Terutama, dalam memantau titik perbatasan Kota Depok, terkait larangan mudik,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo, di Balaikota Depok, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bahwa PSBB kedua ini nanti akan berbarengan juga dengan Operasi Ketupat Jaya Polres Metro Depok. Jadi, selama ini kegiatan tersebut dilakukan sepuluh hari sebelum dan setelah hari raya Idulfitri.

“Karena sebelumnya, operasi ini memberikan pelayanan ketika mudik. Tapi tahun ini justru kebalikannya. Sesuai instruksi pemerintah pusat, penyelenggaraan Operasi Ketupat Jaya dilaksanakan untuk melarang orang mudik,” jelas Sri Utomo.

Menurutnya, bahwa terkait dengan pos pemeriksaan (check point) akan diperluas. Bukan hanya di pintu tol jakarta dan bekasi, namun juga pintu tol Bogor.

“Jadi, hal itu bertujuan untuk menutup akses warga yang masuk dan keluar Depok. Kalau pada PSBB kedua ini, lebih kepada penguatan ke dalam dan terminal-terminal,” tutur Sri Utomo.

Sri Utomo menambahkan, bahwa dalam PSBB tahap kedua masih akan dilakukan patroli bersama yang melibatkan Pemkot,TNI dan Polri. Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan warga agar tetap berada di rumah serta menjaga jarak fisik (physical distancing).

“Untuk itu, kami mengimbau agar tidak ada kerumunan dan mematuhi ketetapan PSBB yang sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal),” pungkasnya.

FALDI


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *