Sosialisasi Perbup No.18 Tahun 2020 Di Kecamatan Ambalau, Dipimpin Oleh Sekda Sintang

POSTKOTAPONTIANAK.COM
Sintang. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, memimpin jalannya sosialisasi peraturan Bupati Sintang Nomor.18 tahun 2020 tentang Tata Cara Pembukaan Lahan Bagi Masyarakat di Kabupaten Sintang bersama para Kepala Desa se-Kecamatan Ambalau, bertempat di Gedung Serbaguna, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, pada Rabu, (8/7/2020).
Turut hadir mendampingi, Asisten 2 bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Florensius Kaha, Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu, Yosep Sudiyanto, BPBD Kabupaten Sintang, Dinas Lingkungan Kabupaten Sintang dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah menjelaskan bahwa Peraturan Bupati No.18 tahun 2020 bersifat dinamis.
“Mengapa dinamis? karena kami siap menerima saran dan masukan, ketika saran dan masukan itu dapat betul betul dipertimbangkan dan bermanfaat bagi semua orang sekaligus masyaeakat peladang, karena kami ingin mendengar saran dari peserta yang hadir, walaupun kami sadari Perbup ini sudah lengkap, tapi tentunya kami tidak menutup mata apabila ada saran dan masukan tambahan terkait perbup ini,” kata Yosepha.
Yosepha meminta para Kepala Desa yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Bupati No.18 tahun 2020 agar dapat menyampaikan informasi tentang perbup kepada para masyarakat petani.
“Saya minta sosialisasi perbup ini tidak sampai disini saja, akan tetapi terus melaksanakan sosialisasi ini hingga ditingkat desa masing-masing, nanti boleh diagendakan beserta Camat Ambalau untuk memberikan informasi kepada para petani,” pinta Yosepha.
Dijelaskan Yosepha, bahwa Perbup ini dikeluarkan atas dasar payung hukum bagi para peladang, perbup ini dibuat selain untuk mengatur kegiatan perladangan dengan cara membuka lahan dibakar, Perbup ini berfungsi sebagai payung hukum bagi para masyarakat Petani, agar tidak terjadi kembali kriminalisasi terhadap peladang.
Masih kata Yosepha, sebelum dilakukan sosialisasi di tingkat Kecamatan, Perbup No.18 tahun 2020 sudah dilakukan sosialisasi pada tingkat Kabupaten.
Sementara itu, koordinator Temenggung Adat Kecamatan Ambalau, Junas memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang telah membuat Perbup No.18 tahun 2020.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemkab Sintang yang telah membuat peraturan ini, sebab dengan peraturan ini bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat petani untuk bisa berladang, apalagi ditambah poin poin didalam Perbup ini sudah matang dalam rancangannya, saya ucapkan terimakasih,” ucapnya. (Andi)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *