Sosialisasi Pembagian Lapak Pasar Tradisional Kadis Perindag Kop Sampaikan Pesan Pada Pedagang


Melawi, poskotapontianak.com-
Sosialisasi persiapan realisasi pasar tradisional kota Nanga Pinoh Kabupaten Melawi yang yang berada di jalan Markasan Desa Tanjung Niaga pada hari kamis tanggal 7 pebruari 2019 yang dilaksanakan di komplek water pak kurnia,disambut baik oleh peserta atau pedagang.

“Kepala Desa Tanjung Niaga JULIANSYAH meminta kepada seluruh pedagang yang mendapatkan tempat yang sudah di sediakan agar bisa menjaga dan merawat serta saling kompak untuk mejaga ketertiban dan kebersihan.

“JULIANSYAH Juga banyak mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Daerah Kabupaten Melawi yang telah berupaya dalam pembinaan dan penataan pasar.
Yang mana sebelumnya belum tertata dengan rapi harapan kita yang akan datang menjadi rapi dan terkor dinir ujarnya.

Kepala dinas perdagangan dan koperasi ALEKSANDER, S.Sos,M.SI.dalam sambutannya memaparkan bahwa,pemerintah Daerah sangat peduli terhadap pelaku usaha kecil khususnya pedagang tradisional seperti penjual daging, ayam potong,ikan serta pedagang sayur mayur.

Yang mana para pedagang tersebut belum mendapatkan fasilitas yang layak dan belum tertata dengan baik sehingga banyak oknum pedagang memilih berjualan di pinggir jalan sehingga sedikit membuat ketidak nyamanan para pengguna jalan.

“Beliau juga (red) menyampaikan permintaan maaf kepada semua pedagang tentang keterlambatan penempatan lapak yang telah selesai di bangun pada bulan Desember 2018 yang lalu,itu bukan kehendak dari pihak Dinas Dikarenakan itu semua harus melalui prosedur dan tahap demi tahap yang dilaksanakan mulai dari pemeriksaan sampai ke proses serah terima,inipun kita melalui Pemerintah Daerah mengambil kebijakan agar lokasi tersebut segera di tempati.
Saya juga selaku Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi sangat perihatin dengan rumor /isyu isyu yang berkembang melalui sosial media mengatakan bahwa Kepala Dinas banyak mengatur bahkan bermain dalam penentuan pembagian lapak tersebut.
Terus terang dengan isu isu yang berkembang di media sosial tersebut, itu adalah isu sampah isu yang tidak bisa di pertanggung jawabkan.

Maka dari itu tolong berhati hatilah untuk menebarkan opini yang tidak jelas di media sosial ujarnya.

ALEXANDER,S.Sos,M.SI juga berharap kepada seluruh pedagang yang nantinya mendapatkan tempat agar benar benar bisa merawat dan mengutamakan kebersihan lingkungan jangan sampai membuang limbah sembarangan. Buanglah limbah pada tempat yang telah di sediakan,jelasnya.
Sekali lagi saya tegaskan kepada rekan rekan pedagang bila mana nantinya siapa saja yang telah mendapatkan undian jika dalam waktu tiga bulan berturut turut tidak menempati tempat yang telah ada berdasarkan undian maka pihak dinas akan mencabut atas pengelolaan lapak tersebut apalagi jika ada yang di oper alihkan tanpa mengikuti prosedur jelasnya.

RUSLI warga Desa Kenual yang akrab dengan sapaan Nenen, sebagai pedagang sapi dan ayam potong menyambut baik atas kebijakan Pemerintah Daerah melalui Dis Perindag Kop yang sudah berupaya untuk melakukan penertiban serta menyiapkan infrastruktur yang layak dan memadai terhadap pedagang pedagang kecil sehingga harapan kedepan selalu berjalan lancar dan terkendali tidak ada lagi pedagang pedagang liar yang seenaknya.
Senada dengan ALEK pedagang ikan juga sangat menyambut dengan baik dengan tersedianya tempat yang baru paparnya.

Atas kesimpulan sosialisasi tersebut menyimpulkan bahwa undian akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 11 Pebruari 2019 bagi pedagang yang belum mendaftar di persilakan untuk segera mengisi pormulir serta melengkapi surat keterangan usaha guna persyaratan Tanda Daftar Usaha jelas Kadis Perindag Kop Kabupaten Melawi./Jon

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *