Sosialisasi 4 Konsesus Berbangsa dan Negara

POSTKOTA PONTIANAK.COM

SEKADAU – Ditegah kemajuan dan era globalisasi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dalam kontek kerangka kesatuan dan dasar berbangsa bernegara terus di tingkatkan. Selasa (24/2/2015), Anggota Komisi III MPR-RI, Erma Suryani Ranik SH melakukan sosialisasi  empat konsesus kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan yang dipusatkan di gereja GKII Jalan Merdeka Selamat (Sekadau Hilir-Sekadau Hulu), dihadiri sejumlah pengurus organisasi kepemudaan di Kabupaten Sekadau.

“Untuk memberikan pemahaman dan wawasan tentang kebangsaan, MPR memasyarakatkan nilai kehidupan bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.” kata Erma membuka kegiatan.

Menurut wanita yang malang melintang sebagai wakil rakyat ini, pemasyarakatan empat (4) Konsensus ini penting karena saat ini banyak masyarakat belum memahami dan merasa asing pada nilai-nilai yang terkadung di dalam empat konsensus ini.

Sosialisasi empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara.(yhy pkp)
Sosialisasi empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara.(yhy pkp)

Usaha untuk mewujudkan cita-cita reformasi dan pelaksanaan nilai-nilai kehidupan bermasyatakat berbangsa dan bernegara secara konsekuen untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi saat ini. ” Memerlukan kesadaran dan komitmen seluruh warga masyarakat untuk memantapkan persatuan dan kesatuan nasional yang dapat dicapai
bilamana setiap warga masyarakat mampu hidup dalam kemajemukan,” tukas
Erma.

Lebih jauh, Pencasila sebagai undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,NKRI dan Bhineka Tunggal Ika serta ketetapan MPR merupakan modal untuk membangun bangsa yang majemuk. Oleh karena itu pemahaman yang komprehensif terhadap materi tersebut merupakan suatu keharusan dan kebutuhan.

” Untuk memudahkan kegiatan sosialisasi Empat Konsensus Pimpinan MPR menyusun dan menerbitkan buku sebagai bahan untuk menyampaikan materi sosialisasi kepada masyarakat. Penyusunan buku tersebut merupakan komitmen pimpinan MPR untuk melaksanakan salah satu tugas Pimpinan MPR dalam mengoordinasikan anggota MPR melakukan sosialisasi,” papar wanita berkacamata itu.

Awal mula, Konsensus ini disebut.  empat (4)  Pilar kehidupan bangsa di cetus oleh Alm. Taufiq Kemas. Tahun ke dua sosialisasi 4 pilar, ada ormas yang mengugat istilah emat  pilar ke MK, jelasnya.

” Dengan dasar pemikiran, Pancasila sebagai Idiologi tidak bisa menjadi pilar kebangsaan. Namun MPR bisa mengunakan istilah baru yaitu empat konsensus dasar berbangsa didalamnya tetap sama,” ungkap Erma.

Kegiatan juga di isi dengan Pembagian  paket buku yang terdiri dari empat  buku dalam setiap paket masing-masing, TAP MPR No. 1 Tahun 2003 tentang, peninjauan kembali
materi dan status hukum ketetapan MPR sementara dan TAP MPR Republik Indonesia Tahun 1960 sampai dengan tahun 2002.  Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Panduan Pemasyarakatan, Undnag-undang Dasar RI Tahun 1945 dan TAP MPR-RI dan  buku tayang Materi Sosialisasi empat  Konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia.(Yahya PKP)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *