Sopiyandi : Tinggi di Bawah 150 CM, Sudah di Atur dan TanggungJawab Pudir 3 Pak Hendra

Bagaimana siswa yang tahun lalu di gugurkan, sementara yang ukuran dibawah 150 cm diterima ?

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK- Terindikasi mahasiswa Kebidanan Poltekkes Pontianak semester 1 tinggi badan kurang

Sopiyandi, S.Ges, MPH./PKP
Sopiyandi, S.Ges, MPH./PKP

dari 150 Cm. Sedangkan syarat tersebut telah ditetapkan dengan ukuran tinggi badan 155 cm dan tidak buta warna.

Hendra Budi Sungkawa, SKM, M.Kes, Pudir 3 Poltekkes Pontianak yang membidangi kemahasiswaan, ditemui diruangnya, Senin (22/6/2015), tidak menepis kasus tersebut walau hanya orang dalam yang baru tahu.

Dugaan ada mahasiswa Kebidanan yang ukuran tingginya tidak sesuai ketentuan, di bawah 150 cm, Pak Hendra membenarkan ada beberapa mahasiswa Kebidanan yang tidak cukup ukuran. Kalau hanya kurang 1 cm itu kebijakan untuk mencukupi kuota penerimaan, jelasnya.

Saat ditanya, jika ukuran di bawah 150 Cm, bagaimana Pak ? berarti tidak bisa alias gugur, jawab Hendra. Tapi kenyataan ada yang ukuran rendah, Hendra terdiam. ” Apakah ini benar menurut Bapak, kembali Pak Hendra tak menjawab.

Sopiyandi yang menangani pengukuran, ketika ditanya, mangatakan kasus itu sudah diserahkan pada Pudir 3 Poltekkes Pontianak. Dan telah diatur serta yang beranggung jawab Pak Hendra, ujarnya singkat sambil mengatakan saya mau rapat.

Hendra, SKM, M.Kes, Pudir 3 Poltekkes Pontianak./satrio
Hendra, SKM, M.Kes, Pudir 3 Poltekkes Pontianak./satrio

Sementara Tim Investegasi “PKP”, begitu mendapat tantangan dari Direktur Poltekes Khayan langsung menemui salah satu sumber yang layak dipercaya, mengatakan soal kejanggalan ukuran tinggi badan mahasiswa Kebidanan yang seharusnya 155 cm, malah dibawah 150 Cm yang dikirim ke sini. “ Ini kan sudah menjalahi aturan, bagi mereka yang memenuhi persyaratan malah di gugurkan,” bebernya.

Menurut sumber, kita sebenarnya sudah pernah mengeluhkan soal tinggi badan yang tidak cukup ukuran, tapi oleh pihak Poltekkes sepertinya tidak menghiraukan.

“ Makanya, jadi orang lagi diatas jangan sombong, coba di ukur ketahuan tingginya tidak cukup,” jelasnya bila perlu wartawan bawa LSM supaya ketahuan bobroknya.

“ Kita berharap, kasus seperti ini harus di ungkap, supaya masyarakat tahu, mungkin saja ada dugaan penyimpangan kasus-kasus lain,” imbuhnya.

Saat ini tidak bisa ditutupi lagi penyimpangan yang terjadi, banyak mata yang melihat.

Ini jelas salah, yang tidak benar cepat atau lambat pasti ketahuan, sepertinya ada permainan yang rapi, mereka harus bertanggung jawab. Siswa yang sudah masuk dengan ukuran tidak cukup, apa sanksinya. Sedangkan peserta tahun lalu yang digugurkan tinggi hanya kurang sekian centi meter bisa saja melaporkan kasus tersebut.

Jika mahasiswa tahun lalu di gugurkan masalah  tinggi badan, laporkan saja, dan yang ukurannya tidak cukup mesti di sanksi, bila perlu digugurkan juga. Hal ini yang bertanggung jawab Pudir 3 Hendra dan bagian ukur Sopiyandi,S.Gz, MPH.

Selain itu pernah terjadi kasus buta warna pada tahun lalu, dimana waktu itu peserta langsung di vonis buta warna oleh pihak Panitia Penerimaan. Untuk mengecek kebenaran terhadap kasus tersebut juga mendapat tantangan dari Sopiyandi, S.Ges, MPH. Setelah dibawa ke dokter spesialis mata dan diperiksa ternyata anak tersebut tidak buta warna./Tim PKP


2 thoughts on “Sopiyandi : Tinggi di Bawah 150 CM, Sudah di Atur dan TanggungJawab Pudir 3 Pak Hendra

  1. sepandai nyimpan akan terkuak jg.saya jg liht ada ke ganjiln.siswa ujian lulus juara umum di sekolah kok tdk lulus tes.sedangkn yg lulus pasan tes nya luls.ap pihak kmpus berani publikasi hasil tes yg lulus ke publik seperti tes cpns pke cat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *