Timbangan PA Mempawah Rusak Berat

( foto : try )
( foto : try )

Simbol keadilan adalah timbangan. Namun timbangan Pengadilan Agama Mempawah rusak, bahkan rusak berat. Setidaknya itu yang dirasakan Soekimin (70 th) pensiunan TNI AD.

Soekimin merasa heran dengan PA Mempawah. Pada tanggal 20 februari 2017 ia dipanggil untuk memeriksa berkas yang akan dikirim ke Pengadilan Tinggi Agama Pontianak berkaitan dengan perkara no 519/Pdt G/2016/PA Mpw. Namun kenyataannya disuruh menandatangani pernyataan gagal mediasi, menandatangani pernyataan bahwa telah memeriksa berkas. Padahal yang diserahkan kepada Ayah 4 orang putra ini berkas B. Itu pun setelah ditanyakan berkas A. Tapi berkas A tersebut tidak diberikan.

Mantan Sekretaris Fraksi TNI Polri di DPRD Sintang 1992-1997 ini sanksi dengan kinerja PA Mempawah. Apakah Berkas memori banding dikirim atau dirubah sepihak oleh oknum petugas? Kenapa berkas A tidak diperlihatkan. Bukankah seharusnya dipanggil untuk memeriksa berkas tersebut.

Yang ke dua keterangan palsu yang dibuat Sari (51 th) dilampirkan di berkas B. Keterangan Palsu itu dibikin ada yang mengarahkan sebab pada waktu Sari mendaftarkan giliran, terus pergi ke kantor pos menyetempelkan keterangan palsu tersebut. Setelah Soekimin dipanggil ke Ruang Sidang, hakim pun menyuruh kalau begitu tunggu saja diluar dulu mungkin Sari masih minum diluar.

Sebelumnya Soekimin menelpon kepada Sari, jawabnya masih diperjalanan dan keterangan palsu tersebut diakui oleh hakim telah memenuhi syarat formil.

Ketiga, uang pembelian rumah dari NP (anak Soekimin) diplesetkan Hakim PA Mempawah sebagai hutang Soekimin. Padahal pembelian rumah secara patungan antara Soekimin dan anaknya NP.

Hakim sepertinya tidak adil dan tidak menguasai masalah dengan benar, masa rumah suruh dibagi 2 sementara hasil lele yang nilainya jauh lebih besar tidak diperhitungkan. Apalagi itu adalah usaha Soekimin yang sudah ada jauh sebelum menikah dengan Sari. Usaha itu dan semua hasilnya dipegang dan dikuasai Sari hingga saat ini. Sari sungguh tamak dan serakah.

Soekimin berharap agar Hakim Pengadilan Tinggi Agama Pontianak bisa melihat, mempelajari dan memutus perkara dengan adil. Karena semua akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.” Allah Maha Mengetahui Segalanya. Allah tidak pernah mengantuk dan tidur.” pungkas Soekimin.
(Tri)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *