SKW 2 BKSD Sintang OTT, Amankan 2 Pelaku Penjual Tanaman Dilindungi

POSTKOTAPONTIANAK.COM

SINTANG – Tim Operasi Gabungan Skw 2 Sintang Bksda Kalbar dan Fit PPH Balai Gakkum Kalimantan Seksi Wilayah Pontianak, (Rabu, sore, 27-5-2020), kembali mengamankan 2 orang OTT pelaku Tindak Pidana Kehutanan perdagangan Tumbuhan Langka jenis Nephentes Clipeata (Kantong Semar), yang statusnya berdasarkan IUCN adalah Criticaly Endangered (CR).

Kasi 2 Sintang Bksda Kalbar P. Bharata Sibarani SH., M.A.P,. Saat ditemui siang keruang kerjanya mengatakan dilakukan penangkapan ini karena kriteria tertinggi mahluk hidup yang hampir punah dialam, dimana asli Endemik TWA Gunung Kelam serta satu-satunya didunia. Kalau hal ini dibiarkan bisa punah dan dipatenkan negara lain. Bukan hanya masalah tumbuhan langka tapi penghilangan soecis endemik Infonesia.
Ini Marwah Negara yang harus diperjuangkan. Kamis (28/05/2020).

“Kejadian pada hari rabu, 27 Mei 2020, sekitar pukul 16.00 wib di kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Kami dapatkan laporan dari Netizen bahwa terjadi penjualan tanaman langka yang diambil dari Taman Wisa Alam Gunung Kelam, dari hasil laporan itu Seksi Konservasi Wilayah 2 Sintang BKSDA Kalbar & Dit PPH, Balai Gakkum Kalimantan Seksi Wil Pontianak melakukan Operasi Peredaran TSL di Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat,” ucap P. Bharata S.

“Dari hasil Tim Operasi diamankan 2 orang pelaku yang melakukan Tindak Pidana LHK di Jl. Lintas Kalimantan Poros Tengah Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat. Rh (23 th), dan Md (32 th) yang beralamat di Desa Cupang Gading Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau,” jelasnya

“Dari tangan pelaku didapatkan Barang Bukti berupa 30 pokok Kantong Semar (Nephentes Clipeata) yang dilindungi UU, 1 paket Sonerila, 1 paket Komalomena Silver, Vilodendrum boceri, labisia kura-kura, Alokasia Silver dan 1 buah HP (Vivo),”tambah P. Bharata S.

Lanjutnya, pelaku mengambil, memiliki, mengangkut tumbuhan Kantong Semar (Nephentes Clipeata) yang dilindungi UU dari TWA Gunung Kelam dan memperniagakan tumbuhan tersebut dalam keadaan hidup melalui Medsos (Akun FB Rahman Yanti,  Messenger, Telegram) ke luar pulau dan lintas negara (Taiwan, Penang, Kuching, Kuala Lumpur Malaysia).

Kasi 2 Sintang Bksda Kalbar P. Bharata Sibarani SH., M.A.P,. Sampaikan ” pelaku telah melakukan aktifitas terlarang tersebut sejak tahun 2017, mengambil sendiri dari alam TWA Gunung Kelam dan melakukan transaksi Jual Belinya di Media Sosial FB (online). Harga jual tumbuhan per pokok Rp.500.000,-. Rupanya mereka sudah memliki jejaringan penjualan melalui antar negara yg sistematis

“Untuk pengembangan kasus lg kita lacak dan kita kerjasama dengan BKsda tempat berada pemilik akun fb. Kepada 2 orang pelaku akan dikenakan Pasal 21 Ayat (1) huruf a Jo. Pasal 40 Ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” ucapnya

“Kedua pelaku dan barang bukti untuk sekarang kita amankan di Kantor Seksi Gakkum Pontianak, dan sudah menindaklanjuti laporan ini kepada Seksi Wilayah Pontianak Balai Gakkum Kalimantan proses penyidikan lebih lanjut,” jelas P. Bharata S.(Guns)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *